Clara Shinta Resmi Pisah Rumah, Ungkap Sudah Memaafkan Suami dan Fokus pada Kesehatan Mental

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Selebgram Clara Shinta mengonfirmasi bahwa dirinya sudah tidak lagi tinggal serumah dengan suaminya, Alexander Assad, setelah serangkaian dugaan perselingkuhan yang mencuat pada awal April. Keputusan pisah rumah diambil secara resmi di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026), dan menjadi sorotan publik mengingat popularitas pasangan ini di media sosial.

Clara menjelaskan bahwa meski hubungan rumah tangga mereka kini terpisah, ia tetap berusaha menjaga komunikasi yang terbatas melalui kuasa hukum masing-masing, yaitu Pak Sunan Kalijaga. “Kalau komunikasi masih melalui Pak Sunan, lebih stabil. Kalau langsung, takutnya cekcok dan masalah berulang,” ujar Clara dalam pernyataan yang disampaikan di Komnas Perempuan.

Baca juga:

Selain menegaskan bahwa ia telah memaafkan suami serta pihak ketiga yang terlibat, Clara menekankan pentingnya menyerahkan urusan perceraian kepada Tuhan dan fokus pada kesejahteraan dua anaknya. Ia menambahkan bahwa proses perceraian kini sedang berjalan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan kedua belah pihak menggunakan perantara hukum untuk menghindari konflik yang dapat memperburuk kondisi mental.

Dalam beberapa minggu terakhir, Clara mengaku menjalani perawatan intensif bersama psikiater. “Saya sudah dua minggu minum obat secara rutin, alhamdulillah menjadi lebih kuat dan tenang saat berbicara di depan publik,” ungkapnya. Perawatan tersebut, menurut Clara, membantu menstabilkan emosinya agar dapat memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anaknya.

Kasus perselingkuhan pertama kali terungkap ketika Clara memergoki suaminya bersama seorang wanita bernama Tri Indah Ramadhani di Bangkok pada 8 April 2026. Insiden tersebut memicu perdebatan publik dan menjadi bahan pembicaraan di berbagai platform media, termasuk detikHot, Kumparan, dan Viva. Meskipun demikian, Clara menegaskan bahwa ia tidak ingin memperpanjang drama dan lebih memilih menyelesaikan persoalan secara hukum.

Baca juga:
  • Langkah hukum: Kedua belah pihak mengandalkan kuasa hukum untuk mengatur hak asuh, pembagian harta, dan tunjangan anak.
  • Kesehatan mental: Clara menjalani terapi rutin dan mengonsumsi obat anti‑depresi sesuai resep psikiater.
  • Komunikasi terbatas: Semua kontak antara Clara dan Alexander hanya melalui perantara, menghindari interaksi langsung yang dapat memicu konflik.

Pengamat psikologi keluarga menilai bahwa keputusan Clara untuk memisahkan tempat tinggal dan membatasi komunikasi dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam mengurangi stres selama proses perceraian. “Memberi ruang pribadi dan dukungan profesional seringkali membantu pihak yang terlibat mengelola emosi secara lebih sehat,” ujar Dr. Rina Hartati, spesialis kesehatan mental.

Sementara itu, publik memberi respons beragam, mulai dari dukungan moral hingga kritik tajam terhadap keputusan Clara. Namun, mayoritas netizen tampak mengapresiasi sikapnya yang mengedepankan kepentingan anak dan kesehatan mental pribadi.

Keputusan Clara Shinta untuk tidak lagi tinggal serumah dengan suaminya serta fokus pada perawatan mental menggambarkan perubahan paradigma dalam menangani konflik rumah tangga di era digital, di mana sorotan media dapat memperparah tekanan emosional. Dengan mengedepankan proses hukum yang terstruktur dan perawatan psikologis, Clara berupaya menjaga stabilitas keluarga meski berada di tengah badai publikasi.

Baca juga:

Ke depan, proses perceraian diperkirakan akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan, dengan keputusan akhir mengenai hak asuh dan pembagian aset masih menanti putusan pengadilan. Clara Shinta berharap agar proses tersebut dapat selesai dengan damai, demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *