PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menjadi perhatian dunia setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dan sejumlah kasus lain terdeteksi di beberapa negara. Otoritas kesehatan internasional juga masih melakukan pelacakan terhadap para penumpang yang sudah kembali ke negara masing-masing.
MV Hondius memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026, membawa sekitar 150 penumpang dan kru dari berbagai negara untuk melakukan perjalanan menuju wilayah Atlantik Selatan hingga Tanjung Verde. Selama perjalanan, kapal sempat mengunjungi sejumlah area satwa liar terpencil.
Beberapa hari setelah kapal berlayar, sejumlah penumpang mulai mengalami gejala mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Namun saat itu kasus belum dicurigai sebagai hantavirus. Korban pertama dilaporkan meninggal dunia pada 11 April saat kapal masih berada di tengah pelayaran.
Situasi mulai berubah ketika MV Hondius berhenti di Pulau St Helena pada 24 April. Sebanyak 30 penumpang turun dari kapal, termasuk istri korban pertama yang membawa jenazah suaminya keluar dari kapal. Setelah turun dari kapal, para penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, hingga Afrika Selatan.
Dua hari kemudian, istri korban pertama dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan. Kematian tersebut mulai memicu investigasi lebih lanjut karena pasien diketahui memiliki riwayat perjalanan yang sama dengan korban pertama.
Kasus di kapal kemudian semakin menjadi perhatian setelah korban ketiga dilaporkan meninggal dunia pada awal Mei. Saat kapal tiba di Praia, Tanjung Verde, otoritas kesehatan mulai melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang dan kru.
Pengujian laboratorium kemudian memastikan adanya strain Andes dari hantavirus pada beberapa pasien. Otoritas kesehatan global memantau ketat penumpang yang telah turun di berbagai negara guna mencegah penyebaran virus lebih luas.
WHO menegaskan wabah ini tidak diperkirakan berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19. Namun, organisasi itu memperingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan karena beberapa penumpang sudah turun dan bepergian ke berbagai negara sebelum wabah sepenuhnya dipahami.
Wabah tersebut dikaitkan dengan varian Andes dari hantavirus, jenis langka yang dalam beberapa kasus dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat. Pemerintah Argentina tengah menelusuri rute perjalanan pasangan yang meninggal dan melakukan penangkapan serta pengujian tikus di sejumlah lokasi yang diduga menjadi sumber penularan.
Beberapa negara juga telah melakukan pemantauan terhadap penumpang dan kontak erat, termasuk Belanda, Inggris, Kanada, Singapura, Swiss, Prancis, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Di Singapura, dua pria berusia 60-an menjalani isolasi mandiri dan tes hantavirus.
Kesimpulan dari wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan bahwa penyebaran penyakit ini dapat terjadi dengan cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap penumpang yang telah turun dari kapal untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
