Ade Armando Mundur dari PSI, Kasus JK Belum Usai

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Ade Armando telah mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah terlibat dalam kasus pelaporan ke polisi oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam terkait komentarnya tentang ceramah Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Pengunduran dirinya disampaikan saat jumpa pers bersama Ketua Harian PSI Ahmad Ali di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.

Menurut Ade, alasan pengunduran dirinya dari partai berlogo gajah itu karena serangan terhadap dirinya kini sudah meluas. Ia menyatakan tidak ada konflik antara dirinya dengan PSI, tapi mengundurkan diri demi kebaikan bersama.

Baca juga:

Juru Bicara JK, Husain Abdullah, berkomentar terkait kasus Ade Armando ini. Ia berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi siapapun. Menurutnya, praktik-praktik yang dilakukan Ade Armando dkk harusnya tidak lagi dilakukan.

Ade Armando juga langsung merespons pernyataan Husain. Ade mempertanyakan apa yang bisa jadi pelajaran dari kasusnya. Ia menegaskan bahwa opini dalam siniarnya terhadap ceramah Jusuf Kalla bukan bertujuan memfitnah, memprovokasi, atau mengadu domba masyarakat.

Baca juga:

Ketua DPP PSI Bestari Barus menyampaikan tak ada hubungan yang rusak antara PSI dan JK. Ia juga menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) juga sempat berpasangan dengan JK.

Perselisihan ini bermula dari komentar Ade Armando terhadap isi ceramah JK yang kemudian dinilai oleh pihak Aliansi Ormas Islam sebagai fitnah keji dan tindakan provokatif. Hingga saat ini, pihak pelapor bersikeras agar proses hukum tetap ditegakkan guna memberikan kepastian hukum atas polemik yang terjadi di ruang publik tersebut.

Baca juga:

Di sisi lain, Ade Armando mengisyaratkan akan membatalkan niat untuk meminta maaf kepada Jusuf Kalla apabila proses hukum terhadap dirinya tetap dipaksakan berjalan. Ia mengaku tidak keberatan menghadapi proses hukum yang ada, tapi tetap menegaskan bahwa opininya dalam sebuah siniar (podcast) yang mengomentari ceramah Jusuf Kalla bukan merupakan bentuk serangan personal maupun upaya memecah belah masyarakat.

Kasus ini telah menimbulkan perdebatan hangat di masyarakat, terutama terkait dengan kebebasan berekspresi dan batasan-batasan yang harus dipenuhi dalam menyampaikan opini. Ade Armando dan Jusuf Kalla masih terlibat dalam proses hukum yang belum terselesaikan, dan masyarakat masih menunggu kepastian hukum atas polemik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *