Pramono Anung Gelar Rapat Khusus, Wali Kota Dipesan Basmi Ikan Sapu-Sapu di Seluruh Jakarta

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memusnahkan populasi ikan sapu-sapu yang telah mengganggu ekosistem perairan ibu kota. Pada Selasa, 14 April 2026, ia mengumumkan akan mengadakan rapat khusus yang melibatkan seluruh wali kota administratif Jakarta, kecuali wilayah Kepulauan Seribu, untuk menyusun strategi penanganan masif terhadap spesies invasif tersebut.

Langkah ini menjadi lanjutan dari serangkaian operasi penangkapan yang telah dilakukan sejak awal April. Pada 10 April 2026, tim gabungan yang terdiri dari Dinas KPKP DKI Jakarta, PPSU, serta personel satgas lain berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar di Kali Cideng, tepat di depan Plaza Indonesia, Menteng. Operasi serupa juga telah dilaksanakan di Kali Ciliwung, yang sebelumnya berhasil membersihkan perairan dari ikan invasif tersebut.

Baca juga:

Menurut penjelasan Pramono, ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) merupakan spesies asli Amerika Selatan yang memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Karena tidak memiliki predator alami di perairan Indonesia, mereka berkembang biak secara cepat, memakan makanan ikan lokal, serta merusak struktur tanggul dan bantaran sungai dengan menggali lubang sebagai tempat tinggal. Dampak ini tidak hanya mengancam keberlangsungan ikan endemik, tetapi juga menurunkan kualitas air dan meningkatkan risiko banjir.

Pramono menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah. “Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu. Saya akan mengundang seluruh wali kota, kecuali Pulau Seribu, karena dampaknya sudah terasa di seluruh Jakarta,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Timur. Ia menambahkan, Jakarta diharapkan menjadi contoh atau role model bagi daerah lain dalam penanganan spesies invasif.

Berikut rangkaian tindakan yang akan dibahas dalam rapat khusus:

Baca juga:
  • Pemetaan wilayah terdampak: Identifikasi lokasi dengan konsentrasi tinggi ikan sapu-sapu, seperti Kali Cideng, Kali Ciliwung, dan area sekitar Plaza Indonesia.
  • Operasi penangkapan massal: Penggunaan jaring, perangkap, serta tim penyelam untuk menangkap ikan secara terorganisir.
  • Pengelolaan hasil tangkapan: Ikan yang mati akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk proses pemusnahan atau penguburan, mengingat daya tahan spesies yang tinggi.
  • Pendidikan dan sosialisasi: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya ikan sapu-sapu serta melibatkan relawan dalam kerja bakti pembersihan.
  • Kerjasama antar‑walikota: Pembentukan tim koordinasi di masing‑masing wilayah administratif untuk memastikan tindakan seragam.

Selain operasi lapangan, Pramono juga menyoroti peran kebijakan lingkungan. Ia mengajak seluruh walikota untuk menyusun regulasi lokal yang melarang pelepasan ikan non‑asli ke perairan publik serta meningkatkan pengawasan pada pasar ikan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir masuknya spesies invasif baru ke ekosistem Jakarta.

Para pejabat Dinas KPKP DKI Jakarta, termasuk Kepala Dinas Hasudungan A. Sidabalok, menegaskan bahwa penanganan ikan sapu-sapu bukan sekadar aksi temporer. “Setelah penangkapan, ikan-ikan yang sudah mati akan dikubur karena jika tidak dipastikan mati, mereka dapat bertahan hidup di luar air,” kata Sidabalok. Ia menambahkan bahwa prosedur ini sudah diterapkan pada operasi sebelumnya di Kali Ciliwung.

Rapat khusus yang dijadwalkan dalam minggu-minggu mendatang akan menjadi forum utama untuk menilai efektivitas program, mengalokasikan anggaran, serta menetapkan target penurunan populasi ikan sapu-sapu secara kuantitatif. Pramono berharap, dengan dukungan penuh walikota, Jakarta dapat menurunkan angka populasi ikan sapu-sapu secara signifikan dan memulihkan keseimbangan ekosistem sungai dalam waktu satu tahun ke depan.

Baca juga:

Jika strategi ini berhasil, Jakarta akan dapat menunjukkan contoh konkret kepada provinsi lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa. Upaya terpadu ini tidak hanya melindungi keanekaragaman hayati, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi banjir dan peningkatan kualitas air, dua tantangan utama bagi kota metropolitan.

Dengan komitmen kuat dari gubernur dan dukungan aktif seluruh wali kota, langkah pemberantasan ikan sapu-sapu diharapkan menjadi kebijakan berkelanjutan yang memperkuat ketahanan lingkungan Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *