PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Mei 2026 | Musim dividen telah tiba, dan beberapa saham perbankan kembali menjadi sorotan investor setelah memutuskan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025. Pembagian dividen ini berlangsung di tengah tekanan koreksi harga saham bank, sehingga potensi dividend yield yang ditawarkan menjadi semakin besar.
Kondisi tersebut membuat saham-saham bank kembali diburu investor, terutama mereka yang mengincar pendapatan pasif dari dividen. Selain didorong penurunan harga saham, peningkatan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) turut menopang daya tarik emiten perbankan.
Beberapa emiten bank bahkan telah melewati masa cum date, yakni batas akhir pembelian saham agar investor berhak memperoleh dividen. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih 2025 atau senilai Rp 1,51 triliun. Nilai tersebut setara Rp 32,81 per saham.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 850,18 miliar atau setara Rp 56,62 per saham. Angka tersebut meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 54,71 per saham. Secara keseluruhan, total dividen yang dibagikan BJTM mencapai 55% dari laba bersih tahun 2025.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) resmi membagikan total dividen Rp 52,1 triliun atau setara Rp 346 per saham. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 137 per saham senilai Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menetapkan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. SMGR mencatat laba bersih sebesar Rp190,85 miliar. Penetapan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memastikan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp45,4 miliar atau setara Rp31 per saham. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 7 Mei 2026.
Kesimpulan, musim dividen tahun ini menawarkan peluang bagi investor untuk mendapatkan pendapatan pasif dari dividen. Beberapa saham perbankan dan perusahaan lainnya menawarkan dividend yield yang menarik, sehingga investor perlu mempertimbangkan untuk membeli saham-saham tersebut sebelum masa cum date berakhir.
