Yogyakarta Mulai Gencarkan Pemberantasan Ikan Sapu-Sapu

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Yogyakarta mulai gencarkan pemberantasan ikan sapu-sapu di sungai-sungai di daerah tersebut. Ikan sapu-sapu merupakan salah satu indikator kerusakan serius ekosistem perairan. Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, menilai bahwa maraknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai di Jakarta menjadi tanda darurat sungai.

Ikan sapu-sapu sangat kuat terhadap pencemaran dan bahan kimia, sehingga mereka dapat berkembang biak dan merusak ekosistem sungai. Kusmanto membandingkan kondisi sungai Jakarta masa kini dengan era 1960 hingga 1980-an yang dinilainya masih memiliki kualitas lingkungan yang baik.

Baca juga:

Kusmanto juga mengaku pernah merasakan langsung kondisi sungai Jakarta yang masih bersih saat ia kecil. Namun seiring perkembangan pembangunan, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya pencemaran, kondisi sungai berubah drastis. Banyak limbah rumah tangga dan bahan kimia masuk ke aliran sungai, ditambah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Menurut Kusmanto, persoalan semakin kompleks karena banyak saluran limbah rumah tangga dan tinja yang bermuara langsung ke sungai. Akibatnya, kualitas air menurun dan hanya spesies tertentu yang mampu bertahan hidup. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium yang populer pada era 1990-an, namun karena dibuang ke sungai, ikan itu berkembang biak secara liar.

Baca juga:

Dominasi ikan sapu-sapu menyebabkan berbagai ikan lokal, seperti gabus, sepat, tawes, betok, serta betik semakin sulit ditemukan, bahkan nyaris punah di perairan Jakarta. Kusmanto mencontohkan kegiatan penangkapan ikan di Sungai Ciliwung bersama influencer dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin yang justru didominasi hasil tangkapan ikan sapu-sapu.

Kusmanto mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengubah pola pandang terhadap sungai dengan menjadikannya sebagai halaman depan rumah yang wajib dijaga, bukan lagi tempat membuang sampah dan limbah. Ia juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui literasi ekologis sehingga masyarakat mampu memahami tanda-tanda kerusakan lingkungan sejak dini.

Baca juga:

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu telah ditangkap dalam kegiatan penangkapan serentak di lima wilayah pada 17 April 2026. Total hasil tangkapan ikan sapu-sapu tersebut mencapai 6.979,5 kilogram (kg) atau setara 6,98 ton.

Kesimpulan dari masalah ini adalah bahwa pemberantasan ikan sapu-sapu di Yogyakarta dan Jakarta harus dilakukan secara serius dan terintegrasi. Masyarakat harus mengubah pola pandang terhadap sungai dan lingkungan, serta mengambil tindakan untuk menjaga dan melindungi ekosistem perairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *