PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan meluncurkan program ‘Life Reading × Life Bookstore’ di 200 toko buku lokal di seluruh negeri. Program ini bertujuan untuk mengembangkan toko buku lokal tidak hanya sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan sehari-hari yang menawarkan berbagai program kebudayaan yang sesuai dengan tahap kehidupan masyarakat.
Setiap toko buku akan menyelenggarakan program yang mencerminkan karakteristik kelompok sasaran, seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Program ini akan meliputi diskusi, penulisan, proyek catatan kehidupan, dan eksplorasi rak buku. Misalnya, ‘Gwangju Podo Bookstore’ di Buk-gu, Gwangju akan menjalankan ‘Tim Detektif Podo’, di mana anak-anak mencari petunjuk di buku dan menyelesaikan misi.
Program ini juga akan melibatkan kerja sama dengan masyarakat lokal. ‘Chaekbang Sijeom’ di Ganghwa-gun, Incheon, akan menyelenggarakan ‘Kemah Membaca Wagle Wagle’ untuk semua siswa dalam kerja sama dengan Sekolah Dasar Yangdo dan Perpustakaan Jaram. ‘Donghaeng Seolim’ di Miryang akan bekerja sama dengan toko kelontong terdekat untuk memperkenalkan program yang membawa buku dan sastra ke ruang-ruang sehari-hari.
Direktur Jenderal Kebijakan Industri Kebudayaan dan Media, Kim Jaehyun, menyatakan, ‘Toko buku lokal adalah ruang budaya masyarakat di mana penduduk dapat dengan mudah bertemu dengan buku dan berbagi cerita tentang kehidupan dan lingkungan mereka. Melalui inisiatif ini, kita akan mendukung toko buku lokal untuk membangun diri mereka sebagai pusat budaya sehari-hari untuk semua generasi.’
Program ‘Life Reading × Life Bookstore’ ini akan berlangsung dari Mei hingga Oktober dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Badan Promosi Industri Kebudayaan Penerbitan Korea, dan Asosiasi Toko Buku Federasi Korea.
