PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Agustus 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan tentang cuaca ekstrem yang akan melanda Indonesia dalam waktu dekat. Salah satu faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem tersebut adalah fenomena El Nino, yang diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2027.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, El Nino telah berada di level kuat dan terus aktif hingga Mei 2027. Efeknya, kemarau panjang dan suhu lebih panas di Indonesia. Namun, efek tersebut akan mereda ketika musim hujan tiba.
BMKG juga telah mengidentifikasi bahwa El Nino dapat membuat musim kemarau lebih kering dan lebih panjang. Namun, ketika peralihan musim, dampaknya juga akan berkurang. Pada Oktober, curah hujan di Indonesia diprediksi akan meningkat, sehingga dampak El Nino akan berkurang.
Selain itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan di Gunung Soputan, Sulawesi Utara, telah menjadi perhatian serius. Petugas kesulitan memadamkan api karena medan yang sulit dan angin kencang. BMKG telah mengeluarkan peringatan tentang potensi kebakaran hutan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah yang memiliki curah hujan rendah.
BMKG juga telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Bogor, yang diprediksi akan mengalami suhu udara tertinggi di Tanah Sareal. Suhu di Tanah Sareal diprediksi akan menembus angka 33 derajat Celsius, sehingga masyarakat diimbau untuk mengantisipasi cuaca yang terasa lebih terik.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan dampak El Nino, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan. BMKG akan terus memantau situasi cuaca dan mengeluarkan peringatan jika diperlukan.
