PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Agustus 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami penurunan per 1 Agustus 2026. Harga Pertamax Turbo kini dibanderol dengan harga Rp18.300 per liter, turun Rp1.000 dari sebelumnya sebesar Rp19.300 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp16.600 per liter, berkurang Rp400 dari sebelumnya Rp17.000 per liter. Penurunan harga BBM nonsubsidi juga terjadi pada jenis produk Pertamax (RON 92) yang turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa harga BBM subsidi Pertalite dijamin aman atau tidak naik hingga Desember 2026. Hal ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia mengalami penurunan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setelah harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mengalami penurunan. Sebelumnya, Pemprov Jateng telah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat untuk membantu efisiensi mobilitas ASN di tengah tingginya biaya transportasi akibat kenaikan harga BBM.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite meski harga BBM nonsubsidi tersebut telah diturunkan. Menurutnya, selisih harga yang masih mencapai lebih dari Rp5.000 per liter berisiko meningkatkan konsumsi Pertalite sehingga dapat memperbesar beban subsidi energi.
Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai pemerintah sebaiknya memanfaatkan tren penurunan harga minyak dunia untuk memperbaiki tata kelola subsidi energi. Momentum ini dinilai tepat untuk menyempurnakan skema subsidi agar lebih tepat sasaran, mengurangi beban fiskal, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional sebelum harga minyak kembali bergejolak akibat dinamika geopolitik maupun pelemahan nilai tukar rupiah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia terus berfluktuasi. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas di Istana Negara.
Kesimpulan, pemerintah telah menurunkan harga BBM nonsubsidi dan menjamin harga Pertalite aman hingga akhir tahun. Namun, perlu diwaspadai potensi perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite yang dapat memperbesar beban subsidi energi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan harga BBM agar tidak memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
