Damkar evakuasi balita Selamatkan 2 Anak Terjebak 90 Menit di Kamar Mandi Bandung

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung kembali menunjukkan profesionalisme tinggi setelah berhasil mengevakuasi dua balita yang terperangkap di dalam kamar mandi selama satu setengah jam. Insiden terjadi pada Senin, 20 April 2026, ketika kedua anak berusia 18 dan 22 bulan secara tak sengaja terperangkap setelah pintu kamar mandi tersangkut akibat kebocoran air yang mengakibatkan lantai licin.

Orang tua korban langsung menghubungi layanan darurat 112 setelah menyadari bahwa anak-anak tidak dapat keluar. Pada pukul 19.45 WIB, unit respons cepat Damkar menerima laporan dan segera mengirimkan tiga mobil pemadam lengkap dengan peralatan pemotong, selang, serta tim penyelamat khusus. Sesampainya di lokasi, petugas menemukan kedua balita berada dalam keadaan panik, namun masih sadar dan bernapas normal.

Baca juga:

Tim penyelamat, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Penyelamatan Damkar Bandung, Iman Setiawan, melakukan penilaian cepat untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman. Karena pintu kamar mandi terjepit dan tidak dapat dibuka dengan cara biasa, petugas memutuskan menggunakan gerinda listrik berbahan baja khusus untuk memotong rangka pintu tanpa menimbulkan serpihan tajam yang dapat melukai anak.

Selama proses pemotongan, tim berkoordinasi dengan orang tua untuk menenangkan balita. Salah satu anggota tim memegang mainan kesayangan anak sambil memberikan pujian, sementara yang lain memastikan area kerja tetap bersih dari debu dan partikel logam. Proses pemotongan memakan waktu sekitar 45 menit, karena petugas harus sangat berhati-hati agar tidak merusak struktur dinding atau menimbulkan suhu tinggi yang dapat membahayakan anak.

Setelah pintu berhasil dipotong, petugas langsung membuka jalan keluar dan mengangkat kedua balita dengan selimut penyelamat. Kedua anak dibawa ke ruang perawatan darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter memastikan tidak ada cedera serius, hanya luka ringan pada lengan akibat goresan kecil.

Baca juga:

Iman Setiawan menjelaskan, “Keputusan untuk menggunakan gerinda adalah langkah terakhir setelah memastikan tidak ada alternatif yang lebih aman. Kami harus mempertimbangkan keamanan anak serta integritas bangunan.” Ia menambahkan, “Proses evakuasi memerlukan ketelitian tinggi, karena anak-anak usia dini sangat rentan terhadap stres dan cedera.”

Kasus ini mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua saat anak bermain di area rumah yang memiliki potensi bahaya. Pihak Damkar menekankan agar pintu kamar mandi dilengkapi dengan pegangan yang kuat dan tidak mudah tersangkut, serta memastikan lantai tetap kering untuk menghindari tergelincir.

Selain penanganan kebakaran, tim Damkar Bandung secara rutin menangani situasi penyelamatan non‑kebakaran, seperti evakuasi warga dari sumur, ruang sempit, atau kendaraan yang terkunci. Pengalaman ini menambah portofolio kompetensi tim dalam menghadapi situasi darurat yang beragam.

Baca juga:

Berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, memberikan apresiasi kepada tim Damkar atas respon cepat dan penanganan yang profesional. Mereka juga berencana mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang prosedur darurat serta pentingnya peralatan keselamatan di rumah.

Kasus evakuasi dua balita ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan intensif, peralatan modern, dan koordinasi yang baik dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi yang tampak sederhana namun berpotensi fatal.

Semoga kejadian serupa dapat diminimalisir dengan peningkatan kesadaran orang tua serta perbaikan infrastruktur rumah tangga. Damkar tetap siap sedia 24 jam untuk menanggapi panggilan darurat di seluruh wilayah Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *