PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengumumkan rencana impor minyak mentah serta peluang impor LPG dari Rusia. Pengumuman ini disampaikan dalam beberapa kesempatan oleh pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Menteri Bahlil Lahadalia dan Wakil Menteri Yuliot Tanjung.
Menurut Bahlil Lahadalia, pasokan minyak mentah asal Rusia akan segera tiba di pelabuhan Indonesia. “Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Untuk minyak mentah Rusia, sebentar lagi masuk ya,” ujarnya pada acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, 2 Mei 2026. Transaksi minyak mentah tersebut dilakukan secara business-to-business (B2B) dan tidak diungkapkan secara rinci karena sensitivitas harga. Pemerintah menargetkan total impor minyak mentah Rusia mencapai 150 juta barel, hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil ke Moskow beberapa bulan lalu.
Di samping itu, Yuliot Tanjung menambahkan bahwa proses pengiriman minyak mentah masih dalam tahap akhir. “Barang tersebut belum dikirim ke Indonesia, namun proses penyelesaian sedang berjalan,” jelasnya dalam pernyataan resmi pada 4 Mei 2026.
Di samping minyak mentah, pemerintah membuka peluang impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Bahlil menjelaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap pembicaraan karena stok LPG dalam negeri masih berada di atas standar minimum nasional. “Stok LPG kita semuanya di atas standar minimum, sehingga import LPG masih dalam tahap pembicaraan,” katanya.
Langkah diversifikasi sumber energi ini dipandang strategis mengingat dinamika geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi dunia. Sebagai perbandingan, Jepang baru‑baru ini juga melakukan pembelian pertama minyak mentah Rusia sejak konflik Timur Tengah meletus pada Februari 2026, menunjukkan bahwa negara‑negara Asia tengah mencari alternatif pasokan selain tradisional.
- Target impor minyak mentah Rusia: 150 juta barel hingga akhir 2026.
- Metode transaksi: business-to-business, tanpa pengungkapan harga publik.
- Stok LPG domestik: berada di atas standar minimum nasional.
- Rencana impor LPG: masih dalam pembahasan, menunggu evaluasi pasokan global.
Selain fokus pada ketersediaan bahan bakar, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun 2026. “Meskipun harga Indonesian Crude Price (ICP) mencapai 100 dolar AS, harga BBM dan LPG subsidi tetap stabil,” kata Bahlil dalam dialog kedaulatan pangan dan energi.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari kalangan ekonom. Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), menilai bahwa impor minyak dari Rusia dapat menurunkan biaya energi serta memperluas diversifikasi mitra dagang. Herry Gunawan dari NEXT Indonesia menambahkan bahwa stabilitas harga BBM dan LPG berperan penting dalam menahan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.
Secara keseluruhan, pemerintah menempatkan keamanan pasokan energi sebagai prioritas utama di tengah ketidakpastian geopolitik. Dengan kombinasi impor minyak mentah Rusia dan potensi impor LPG, diharapkan Indonesia dapat menjaga kestabilan pasokan energi, menekan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam pasar energi global, sekaligus memberikan alternatif yang lebih kompetitif bagi konsumen domestik. Jika rencana impor LPG terwujud, Indonesia akan menambah pilihan sumber energi cair, yang dapat mengurangi tekanan pada cadangan domestik dan meningkatkan fleksibilitas operasional sektor industri serta rumah tangga.
Ke depan, pemerintah berjanji akan terus memantau situasi pasar internasional dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan, memastikan bahwa semua jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin beroktan tinggi, tersedia secara memadai bagi masyarakat.
