PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Pada hari ini, jaringan jalan utama di sekitar kompleks DPR/MPR RI, Senayan, dan Monumen Nasional (Monas) dipenuhi oleh massa buruh yang menggelar aksi pra‑Mayday menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Demonstrasi yang diprakarsai oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh serta Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) diperkirakan melibatkan antara 3.000 hingga 5.000 peserta.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan menegaskan kembali perjuangan kelas pekerja yang belum selesai. “Hari ini, ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek akan turun ke jalan, memadati area depan pintu utama Gedung DPR RI. Ini adalah aksi Pra‑Mayday untuk mengingatkan pemerintah dan para wakil rakyat bahwa perjuangan kelas pekerja belum selesai dan kami tidak akan pernah diam,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada pukul 10.00 WIB.
Demo dibagi menjadi dua gelombang utama. Gelombang pertama dimulai tepat pukul 10.00 WIB di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, dengan fokus pada tuntutan pencabutan Undang‑Undang Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, serta pengesahan undang‑undang ketenagakerjaan yang dianggap lebih adil. Gelombang kedua, yang diprakarsai oleh Aliansi Peduli Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Manggarai‑Flores, berlangsung di kawasan selatan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, menambah tekanan pada pihak berwenang.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian mengerahkan total 1.948 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan unit kepolisian lainnya. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menegaskan bahwa personel akan disebar di sejumlah titik strategis di sekitar gedung DPR/MPR untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan. Rekayasa lalu lintas (lalin) akan bersifat situasional, menyesuaikan dengan jumlah massa yang hadir serta dinamika di lapangan.
Berbagai ruas jalan utama diprediksi akan terdampak, antara lain:
- Jalan Gatot Subroto, tepat di depan kompleks DPR/MPR, yang biasanya menjadi titik konsentrasi massa.
- Jalan Gerbang Pemuda, yang menjadi akses utama menuju kawasan Senayan.
- Jalan Asia Afrika, yang menghubungkan area Monas dengan pusat bisnis.
- Jalan Medan Merdeka Selatan, yang menjadi jalur alternatif bagi demonstran di Monas.
Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya pada rentang pagi hingga siang hari ketika massa mulai berkumpul. Pengguna jalan disarankan mencari rute alternatif, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi terkini melalui Dishub DKI Jakarta serta TMC Polda Metro Jaya.
Selain tuntutan terkait regulasi ketenagakerjaan, para pengunjuk rasa juga menuntut penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan pekerja tetap serta penolakan terhadap upah murah. Mereka menuntut agar undang‑undang ketenagakerjaan yang baru dapat disahkan dengan memperhatikan kepentingan pekerja.
Sejauh ini, aksi berjalan damai. Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mungkin mengalami gangguan lalu lintas. “Kami dari pihak KSPI dan Partai Buruh memohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan jika aksi ini menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan Senayan,” ujar Said Iqbal.
Petugas keamanan mencatat bahwa kepadatan lalu lintas terutama terjadi di sekitar Jalan Gatot Soebroto arah Slipi, dengan perkiraan arus kendaraan melambat signifikan. Pengendara diimbau untuk tetap tenang, mematuhi peraturan, dan mengutamakan keselamatan di jalan.
Demonstrasi ini menjadi bagian dari rangkaian aksi pra‑Mayday yang diharapkan dapat menekan pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan ketenagakerjaan. Dengan ribuan pekerja turun ke jalan, tekanan politik dan sosial semakin terasa, menandai bahwa isu ketenagakerjaan tetap menjadi agenda utama dalam dinamika politik nasional menjelang pemilihan umum tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, meski menimbulkan kemacetan di beberapa titik strategis, aksi demonstrasi hari ini berhasil menunjukkan solidaritas buruh serta menegaskan tuntutan mereka secara damai. Ke depan, pihak berwenang diharapkan dapat menyeimbangkan antara keamanan publik dan kebebasan berserikat, serta membuka dialog konstruktif dengan serikat pekerja untuk menyelesaikan permasalahan yang diangkat.
