PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa wilayah Jawa dan Sumatera beberapa pekan terakhir memunculkan pertanyaan tentang kondisi sebenarnya sistem kelistrikan nasional. Meskipun pemerintah dan PT PLN (Persero) menegaskan bahwa pasokan energi primer untuk pembangkit dalam kondisi aman, berbagai pernyataan pejabat pemerintah, PLN, pelaku usaha batu bara, hingga pakar energi menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kebutuhan batu bara PLN sekitar 154 juta ton per tahun, sementara pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan tambang untuk memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton. Namun, persoalan yang muncul bukan terletak pada volume batu bara secara keseluruhan, melainkan kebutuhan batu bara kalori menengah atau medium rank coal (MRC) yang digunakan sejumlah pembangkit untuk proses blending.
PLN sendiri telah menandatangani kontrak pasokan sekitar 134 juta ton, dan telah mempercepat kontrak dan distribusi batu bara kalori menengah ke sejumlah PLTU di Jawa. Meskipun demikian, pemadaman listrik bergilir tetap terjadi, memunculkan pertanyaan besar tentang kondisi sebenarnya sistem kelistrikan nasional.
Di sisi lain, masyarakat juga khawatir tentang dampak pemadaman listrik terhadap peralatan elektronik rumah tangga. Menurut dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dedet Candra Riawan, pemadaman listrik dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik, terutama jika listrik menyala kembali secara tiba-tiba. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi peralatan elektronik mereka.
Jadwal pemadaman listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang sempat diumumkan juga dibatalkan, karena kondisi kelistrikan di daerah tersebut telah pulih 100 persen pasca insiden gangguan teknis pada pembangkit swasta minggu lalu. PT PLN (Persero) memastikan bahwa suplai kelistrikan dari pembangkit PLN maupun swasta telah pulih dan stabil, sehingga tidak ada pemadaman listrik yang dilakukan.
Kesimpulan, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa wilayah Jawa dan Sumatera beberapa pekan terakhir memunculkan pertanyaan tentang kondisi sebenarnya sistem kelistrikan nasional. Meskipun pemerintah dan PLN menegaskan bahwa pasokan energi primer untuk pembangkit dalam kondisi aman, berbagai pernyataan pejabat pemerintah, PLN, pelaku usaha batu bara, hingga pakar energi menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Masyarakat juga perlu mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi peralatan elektronik mereka dari dampak pemadaman listrik.
