Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Otorita IKN Usul Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Juni 2026 | Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergulir dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kemajuan dan kesiapan infrastruktur di wilayah tersebut. Otorita IKN, yang dipimpin oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, baru-baru ini mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun untuk tahun 2027.

Tambahan anggaran ini ditujukan untuk mendukung pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, hunian, serta infrastruktur pendukung lainnya di IKN. Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pagu indikatif OIKN untuk tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp6,7 triliun, tetapi total kebutuhan anggaran OIKN tahun depan mencapai Rp22,2 triliun.

Baca juga:

Menurut Basuki, tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun diperlukan untuk membiayai pembangunan IKN tahap dua dan tahap tiga. Pembangunan tahap dua meliputi pembangunan gedung perkantoran legislatif dan yudikatif, pembangunan jalan dan terowongan utilitas terpadu (MUT), serta pembangunan embung, kolam retensi, dan jaringan perpipaan.

Sementara itu, pembangunan tahap tiga meliputi pembangunan hunian bagi pimpinan, anggota, dan staf legislatif dan yudikatif, pembangunan jalan dan MUT menuju hunian legislatif dan kawasan diplomatik, serta pembangunan embung dan jaringan perpipaan.

Baca juga:

Komisi II DPR RI menyatakan mendukung sepenuhnya usulan tambahan anggaran OIKN tersebut dan akan membahasnya secara mendalam pada rapat berikutnya. Namun, pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menilai bahwa usulan tambahan anggaran tersebut tidak rasional karena pembangunan IKN bukan termasuk program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, OIKN juga memastikan bahwa proyek hunian dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) senilai Rp6 triliun di IKN segera direalisasikan dalam waktu dekat. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah menyetujui dukungan pembiayaan untuk proyek KPBU yang diprakarsai oleh PT Intiland Development Tbk. dan PT Nindya Karya (Persero).

Baca juga:

Proyek tersebut akan membiayai pembangunan 109 unit rumah tapak dan delapan tower rumah susun di IKN. Basuki juga memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan di IKN.

Dalam kesimpulan, pembangunan IKN terus berlanjut dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kemajuan dan kesiapan infrastruktur di wilayah tersebut. OIKN berharap bahwa usulan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun dapat disetujui untuk mendukung pembangunan IKN tahap dua dan tahap tiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *