Pesan Maia yang Mengharukan di Siraman El Rumi dan Syifa Hadju: Momen Keluarga yang Penuh Emosi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Menjelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang dilangsungkan pada 26 April 2026, kedua mempelai menggelar prosesi siraman secara tertutup di Hotel Raffles Jakarta. Acara yang biasanya bersifat religius ini menjadi saksi bisu pertukaran kata‑kata penuh perasaan antara sang pengantin pria dan ibunya, Maia Estianty.

Suasana siraman berubah menjadi haru ketika El Rumi, pria berusia 26 tahun, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Maia Estianty. Ia menyebutkan bahwa selama hampir 27 tahun hidupnya, ibunya selalu menjadi sandaran, memberi doa, dan mendukung setiap langkah, termasuk menuntunnya menempuh pendidikan tinggi. “Alhamdulillah hari ini aku masih diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatiku ke Bunda. Terima kasih untuk semua cinta, doa, dan pengorbanan yang Bunda berikan dari melahirkan aku sampai sekarang,” ujar El Rumi dengan suara bergetar.

Baca juga:

Selain ungkapan syukur, El Rumi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang pernah terjadi selama bertahun‑tahun. Ia menambahkan permohonan restu agar pernikahannya dengan Syifa Safira Nur Aisyah mendapat ridha Allah. “Aku memohon doa dan restu Bunda agar langkahku ini di‑ridai Allah, karena memang surga ada di telapak kaki ibu,” tutur sang pengantin.

Menanggapi pesan emosional putranya, Maia Estianty tidak menahan air mata. Ia mengingat kembali momen-momen pahit ketika harus melepas El pada usia delapan tahun untuk menempuh pendidikan di luar negeri. “Saat itu Bunda harus menahan rasa tidak tega meninggalkanmu di negara orang,” kenangnya. Namun, ia menegaskan bahwa kebahagiaan El menemukan pasangan hidup kini menjadi kebanggaan tersendiri.

Berikut

Baca juga:
  • Pesan utama El Rumi kepada Maia: rasa terima kasih, permohonan maaf, dan harapan restu.
  • Respon Maia Estianty: kenangan perpisahan, dukungan tak berakhir, dan ikhlas melepas putra ke jenjang pernikahan.
  • Harapan bersama: kelangsungan keluarga yang harmonis dan doa untuk kebahagiaan pasangan baru.

Tak hanya isi hati, penampilan visual para ibu juga menjadi sorotan media. Maia Estianty memilih busana desainer Asky Febrianti dengan nuansa merah marun, dipadu riasan glossy yang menonjolkan kesan awet muda. Sementara Shendy Hadju, ibu Syifa, tampil bold dengan kebaya brokat berwarna merah tua dan hijab senada, menambah keanggunan acara.

Acara siraman ini sekaligus menjadi simbol perpindahan peran. Maia, yang selama ini menjadi figur sentral dalam kehidupan El, kini menyerahkan tanggung jawab mengasuh kepada Syifa, wanita yang dipilih El sebagai istri. “Bunda akan menyerahkanmu kepada Syifa, wanita pujaan hatimu yang kamu pilih menjadi istri selamanya,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Suasana haru mengalir hingga akhir prosesi, menandai akhir babak masa muda El Rumi dan awal babak baru sebagai suami. Kehadiran kedua ibu memberikan nuansa kehangatan serta menegaskan nilai kekeluargaan yang kuat dalam budaya pernikahan Indonesia.

Baca juga:

Dengan berakhirnya siraman, harapan dan doa mengalir ke arah masa depan. Kedua keluarga menyatakan kesiapan mendukung pasangan baru dalam menapaki kehidupan berumah tangga, sambil tetap menjaga ikatan silaturahmi yang telah terjalin selama bertahun‑tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *