PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Fenomena iklim El Nino kembali menjadi sorotan publik Indonesia setelah istilah “Godzilla El Nino” diperbincangkan luas. Prediksi terbaru menunjukkan peluang terjadinya El Nino kuat pada periode Juni‑Agustus 2026 mencapai lebih dari 60 persen, menandakan potensi dampak yang jauh melampaui siklus normal.
Istilah “Godzilla” di sini bukan istilah ilmiah, melainkan metafora media untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat tinggi. Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Dr. Hijrah Saputra, menjelaskan bahwa El Nino biasa dapat diibaratkan demam 38°C, sedangkan Godzilla El Nino menyerupai demam 40°C atau lebih pada suhu permukaan laut. Kondisi ini terjadi ketika angin pasat melemah, menyebabkan massa air hangat di Samudra Pasifik berpindah ke wilayah tengah dan timur, meningkatkan suhu laut hingga anomali 1,5‑2,5°C di atas rata‑rata.
Apa Penyebab dan Mekanisme Godzilla El Nino?
El Nino dipicu oleh gangguan pada sirkulasi atmosfer tropis. Ketika angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke barat melambat atau berbalik arah, air hangat mengalir kembali ke timur, menurunkan curah hujan di wilayah Indonesia. Pada skala Godzilla, pergeseran ini lebih ekstrem, sehingga daerah-daerah yang biasanya mendapat hujan konstan mengalami penurunan curah hujan drastis, memperpanjang musim kemarau.
Dampak Potensial di Indonesia
Berbagai sektor rentan terhadap Godzilla El Nino. Di Jakarta, suhu udara terasa jauh lebih tinggi dari biasanya, memperparah risiko gelombang panas dan meningkatkan kebutuhan listrik untuk pendinginan. Minimnya tutupan hijau di kawasan perkotaan memperkuat efek “heat island”. Di luar kota, penurunan curah hujan mengancam ketersediaan air bersih, memperburuk krisis air yang sudah dirasakan di beberapa provinsi.
Sektor pertanian juga berada di garis depan. Tanaman pangan seperti padi dan jagung mengalami stres air, menurunkan hasil panen dan berpotensi memicu kenaikan harga pangan. Kebakaran hutan dan lahan kering menjadi lebih mudah terjadi, meningkatkan emisi karbon dioksida serta menurunkan kualitas udara secara nasional.
Peringatan dan Respons Pemerintah
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menegaskan pentingnya aksi mitigasi sebelum bencana melanda. Dalam sebuah pertemuan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, ia mengingatkan bahwa penanganan pasca‑bencana biasanya jauh lebih mahal dibandingkan upaya pencegahan. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan resmi mengenai potensi El Nino ekstrem, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan BNPB untuk mengalihkan fokus dari respons ke pencegahan.
Empat Langkah Mitigasi Utama Menurut Pakar Unair
- Optimalisasi cadangan air dengan meningkatkan volume pengisian bendungan dan reservoir, serta memperluas jaringan distribusi air bersih di daerah rawan.
- Modifikasi cuaca melalui teknik geo‑engineering yang dapat menurunkan suhu lokal di wilayah paling terdampak, meski masih dalam tahap pilot.
- Percepatan masa tanam varietas tahan kekeringan serta penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah.
- Diversifikasi pangan dengan memperkenalkan tanaman alternatif yang membutuhkan lebih sedikit air, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.
Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat meredam dampak terburuk Godzilla El Nino, khususnya pada sektor air dan pangan. Pemerintah juga diminta memperketat pengawasan izin lahan, mencegah alih fungsi hutan yang dapat meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang ketika musim hujan kembali.
Reaksi Masyarakat dan Penyesuaian Kegiatan
Warga Jakarta sudah mulai menyesuaikan aktivitas sehari‑hari. Banyak yang mengurangi kegiatan di luar ruangan pada jam terik, meningkatkan konsumsi minuman cair, serta memilih buah‑buah berair sebagai snack. Pedagang minuman melaporkan peningkatan penjualan hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya hidrasi yang cukup, pemakaian pakaian ringan, dan menghindari paparan sinar matahari langsung pada puncak intensitas. BMKG terus memantau indeks suhu dan curah hujan, serta akan mengeluarkan peringatan lanjutan bila kondisi semakin memburuk.
Dengan sinergi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat, Indonesia berpotensi mengurangi beban sosial‑ekonomi yang biasanya menyertai El Nino ekstrem. Persiapan yang matang, mulai dari penyimpanan air hingga diversifikasi pangan, menjadi kunci utama untuk menghadapi Godzilla El Nino yang diprediksi akan datang.
