PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengulas sejarah Nusantara dan menilai para pendiri bangsa telah menyadari bahwa lemahnya kepemimpinan serta perpecahan dapat berdampak pada hilangnya potensi kekayaan nasional.
Prabowo menekankan pentingnya persatuan bangsa dan menilai bahwa jarak antara yang terkaya dan termiskin tidak boleh semakin lebar. Ia menargetkan agar rasio gini Indonesia berada di angka 0,362 hingga 0,367 pada 2027, membaik dari target sebelumnya yakni 0,377 hingga 0,389. Selain itu, Prabowo juga menargetkan agar angka kemiskinan dan pengangguran terbuka turun.
Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan DPR RI. Ia menyatakan bahwa presiden harus hadir langsung untuk menyampaikan pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara di tengah situasi ekonomi global terkini.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejarah Nusantara dan menekankan bahwa bangsa yang tidak bersatu membuat kekayaan diambil. Ia menekankan pentingnya persatuan bangsa dan menilai bahwa kekayaan nasional harus dilindungi dan dikelola dengan baik.
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Ia juga menekankan bahwa presiden harus hadir langsung untuk menyampaikan pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara di hadapan DPR RI.
Kesimpulan dari pidato Prabowo adalah bahwa persatuan bangsa sangat penting untuk melindungi kekayaan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah akan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.
