PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali bahwa hilirisasi industri merupakan satu‑satunya jalur yang dapat mengantar bangsa menuju kemakmuran berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II yang dilaksanakan di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 April 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi yang telah dibangun oleh para presiden terdahulu, mulai dari Presiden pertama hingga Presiden ketujuh. Ia menambahkan bahwa kebangkitan suatu bangsa bukanlah proses yang singkat, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan konsistensi, persatuan, dan cinta tanah air.
Presiden menyoroti sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam Indonesia oleh kekuatan asing. “Sumber daya alam Indonesia telah lama menjadi incaran dunia. Keberanian bangsa untuk mengelola dan mengolahnya sendiri adalah syarat utama untuk keluar dari ketertinggalan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, hilirisasi bukan sekadar meningkatkan nilai tambah produk domestik, tetapi juga menjadi strategi utama dalam menegaskan kedaulatan ekonomi. “Jika kita tidak berani menguasai dan mengolah sumber daya di negeri sendiri, maka kemiskinan akan terus menghantui rakyat,” tegasnya.
Acara tersebut sekaligus menjadi panggung peluncuran 13 proyek hilirisasi tahap II yang meliputi berbagai sektor, antara lain:
- Pengembangan petrokimia berbasis naphtha di Cilacap.
- Pembangunan pabrik pupuk urea berkapasitas tinggi.
- Ekspansi fasilitas pengolahan kelapa sawit menjadi biodiesel.
- Pengolahan limbah padat menjadi bahan bakar alternatif.
- Peningkatan kapasitas pabrik semen nasional.
- Pengembangan industri pengolahan kayu lapis berstandar internasional.
- Fasilitas produksi bahan baku farmasi dari bahan alam.
- Pembangunan pabrik kaca float untuk kebutuhan infrastruktur.
- Pengolahan batu bara menjadi bahan bakar bersih.
- Pengembangan industri baja dengan teknologi ramah lingkungan.
- Pembuatan bahan baku elektronik berbasis mineral lokal.
- Pembangunan kawasan industri hijau dengan energi terbarukan.
- Pengembangan fasilitas daur ulang plastik menjadi bahan baku industri.
Seluruh proyek ini diperkirakan akan menambah nilai ekspor, menciptakan ribuan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah. Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi investasi swasta dan meningkatkan kerjasama dengan mitra internasional yang mendukung prinsip kemandirian produksi.
Presiden juga mengingatkan bahwa dinamika global, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik, menuntut Indonesia untuk memiliki basis ekonomi yang kuat dan mandiri. “Kita tidak dapat bergantung pada pasar luar secara mutlak. Hilirisasi memberi kita kontrol atas rantai nilai dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah,” ujar Prabowo.
Dalam konteks kebijakan ekonomi, pemerintah telah menyiapkan serangkaian insentif fiskal, pembiayaan lunak, dan kemudahan perizinan untuk mempercepat realisasi proyek hilirisasi. Selain itu, program pelatihan tenaga kerja berbasis teknologi tinggi juga diluncurkan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan fasilitas industri modern.
Para pengamat menilai bahwa langkah hilirisasi ini selaras dengan agenda “Indonesia 2045” yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Mereka menekankan bahwa keberhasilan proyek-proyek tersebut akan sangat bergantung pada koordinasi antar kementerian, transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta partisipasi aktif sektor swasta.
Sejalan dengan itu, Prabowo menegaskan kembali pentingnya nilai‑nilai nasionalisme, persatuan, dan semangat gotong‑royong dalam mewujudkan visi besar ini. “Kemakmuran tidak dapat dipisahkan dari rasa cinta tanah air. Kita harus bersatu dalam mengolah sumber daya yang telah diberikan Tuhan kepada kita,” tutupnya.
Dengan landasan kebijakan yang jelas dan dukungan luas dari seluruh elemen bangsa, hilirisasi dipandang sebagai kunci utama dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.
