Suhu Ekstrem di Jawa: Dari Kematian Massal Ikan Hingga Udara Dingin di Bandung

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Juli 2026 | Suhu ekstrem di Jawa telah menyebabkan kematian massal ikan di Waduk Mliwang, Tuban, Jawa Timur. Ribuan bangkai ikan jenis nila dan mujair ditemukan mengapung di permukaan waduk. Warga setempat menduga bahwa kematian massal ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Perubahan suhu yang sangat kontras dari cuaca panas ke dingin dalam waktu singkat menyebabkan suhu air waduk berubah secara mendadak. Hal ini membuat ikan-ikan mengalami stres berat. Selain itu, suhu udara di Jawa juga sangat dingin, terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Suhu di Gunung Bromo mencapai 3,9 derajat Celsius, sedangkan di Dataran Tinggi Dieng suhu mencapai 0,7 derajat Celsius.

Baca juga:

BMKG menjelaskan bahwa fenomena bediding ini terjadi akibat pengaruh Monsun Australia. Angin musiman yang bersifat kering ini membawa massa udara yang relatif dingin dan mengurangi pembentukan awan di langit. Akibatnya, tanpa adanya tutupan awan, panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Kondisi ini membuat suhu minimum turun drastis, terutama menjelang pagi.

Di Bandung, suhu dingin ekstrem juga terjadi pada malam hingga dini hari. Suhu minimum di Bandung mencapai 18 derajat Celsius. BMKG mengingatkan bahwa suhu dingin ekstrem ini cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yakni pada malam hingga pagi hari.

Baca juga:

Selain itu, beberapa bahan makanan juga tidak cocok disimpan di kulkas karena suhu dingin dapat merusak kualitasnya. Beberapa contoh bahan makanan tersebut adalah tomat, mentimun, terong, pisang, dan lain-lain.

Kesimpulan, suhu ekstrem di Jawa telah menyebabkan kematian massal ikan dan udara dingin di Bandung. Fenomena bediding ini terjadi akibat pengaruh Monsun Australia dan perubahan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak dari suhu ekstrem ini, terutama bagi para petani dan nelayan yang terkena dampak langsung.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *