PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juli 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional. Transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.
Integrasi BTN ke dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama dalam akselerasi transformasi Perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses pada penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya, serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif.
Danantara juga berperan penting dalam memberikan arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern yang lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan serta menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional yang lebih terintegrasi. Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global serta kemampuan eksekusi yang lebih cepat dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.
Sementara itu, Danantara juga melakukan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) perdana di Indonesia. Proyek ini berlokasi di Bali dan diharapkan dapat mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi listrik sekaligus menyerap 1.200 tenaga kerja. Proyek ini menggunakan teknologi canggih yang sudah terbukti berhasil di banyak negara.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, optimis bahwa proyek PSEL ini dapat selesai lebih cepat dari target, yaitu pada akhir tahun 2027. Ia juga menyebutkan bahwa Danantara akan membangun delapan PSEL lainnya di berbagai daerah untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Danantara juga melakukan merger empat perusahaan manajer investasi, yaitu PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management. Merger ini dilakukan untuk memperkuat struktur kelembagaan dan pengelolaan aset di bawah Danantara.
Dengan demikian, Danantara dapat memperkuat transformasi BTN dan pengelolaan sampah di Indonesia, serta memperkuat struktur kelembagaan dan pengelolaan aset di bawah Danantara. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesimpulan, Danantara memainkan peran penting dalam transformasi BTN dan pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan merger empat perusahaan manajer investasi, Danantara dapat memperkuat struktur kelembagaan dan pengelolaan aset di bawah Danantara. Proyek PSEL perdana di Indonesia juga diharapkan dapat mengatasi persoalan sampah di Indonesia dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
