PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Pada Selasa, 21 April 2026, harga buyback emas di jaringan Pegadaian mengalami penurunan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya. Penurunan ini mencakup tiga jenis emas yang paling banyak diperdagangkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Langkah penurunan harga mencerminkan dinamika pasar domestik yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah serta pergerakan harga emas internasional.
Berikut ini adalah rincian harga buyback emas per gram yang diumumkan Pegadaian pada hari itu:
| Jenis Emas | Harga Buyback (Rp/gram) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Antam | 825.000 | -2,3% |
| UBS | 820.500 | -2,7% |
| Galeri24 | 819.000 | -3,1% |
Emas Antam, yang selama ini menjadi acuan utama bagi investor ritel, turun sebesar 2,3 persen menjadi Rp825.000 per gram. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan ritel setelah periode libur panjang, serta penyesuaian harga oleh pedagang grosir yang menyesuaikan diri dengan harga spot dunia yang mulai menurun.
Untuk emas UBS, penurunan tercatat lebih tajam, mencapai 2,7 persen menjadi Rp820.500 per gram. UBS biasanya diposisikan sebagai alternatif premium dengan kandungan logam mulia yang lebih tinggi, namun dalam kondisi pasar yang lesu, pelaku bisnis memilih menurunkan margin untuk tetap menarik minat pembeli.
Emas Galeri24 mencatat penurunan terbesar, yaitu 3,1 persen menjadi Rp819.000 per gram. Galeri24 dikenal dengan jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia, sehingga penurunan harga ini mencerminkan upaya menyesuaikan penawaran dengan tekanan penurunan harga di pasar sekunder.
Penurunan harga buyback emas ini berdampak langsung pada keputusan investor ritel yang mempertimbangkan untuk menjual atau menambah kepemilikan emas fisik. Bagi mereka yang berencana menjual, penurunan ini berarti nilai tukar yang lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya, sementara bagi pembeli, peluang untuk memperoleh emas dengan harga lebih terjangkau muncul.
Direktur Pegadaian, Budi Santoso, menyampaikan bahwa penyesuaian harga merupakan respons alami terhadap perubahan pasar global dan domestik. Ia menegaskan bahwa Pegadaian tetap berkomitmen menjaga transparansi harga serta menyediakan layanan buyback yang adil bagi seluruh nasabah.
Secara makroekonomi, penurunan harga emas di Indonesia sejalan dengan pelemahan dolar AS dan penurunan indeks harga logam mulia internasional pada minggu tersebut. Selain itu, nilai tukar rupiah yang mengalami sedikit apresiasi terhadap dolar memberikan tekanan tambahan pada harga emas lokal, karena harga emas biasanya dihitung dalam dolar sebelum dikonversi ke rupiah.
Analisis para ekonom menunjukkan bahwa jika tren penurunan ini berlanjut, harga buyback emas di Pegadaian dapat kembali stabil pada level yang lebih rendah selama kuartal berikutnya. Namun, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter Bank Indonesia dan gejolak geopolitik yang dapat memicu lonjakan permintaan safe‑haven tetap menjadi variabel penting yang dapat mengubah arah pasar secara tiba‑tiba.
Secara keseluruhan, penurunan harga buyback emas pada 21 April 2026 mencerminkan respons pasar terhadap kondisi ekonomi yang dinamis. Investor dan konsumen disarankan untuk memantau perkembangan harga secara berkala serta mempertimbangkan faktor fundamental sebelum mengambil keputusan jual atau beli.
