Rupiah Melemah, Pemerintah Sigap Jaga Stabilitas Ekonomi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juni 2026 | Rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan depan seiring potensi penguatan dolar Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, bahkan memperkirakan rupiah berpeluang bergerak mendekati level Rp18.250 per dolar AS dalam sepekan ke depan.

Menurut Ibrahim, indeks dolar AS berpotensi kembali menguat setelah diperdagangkan pada kisaran support 99,00 dan resistance 101,00. Indeks dolar ini kemungkinan besar dalam satu pekan ke depan itu akan ditransaksikan di support 99.00, kemudian resisten di 101.00.

Baca juga:

Penguatan indeks dolar biasanya menjadi sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Ibrahim memperkirakan, rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar pada pekan depan. Tekanan eksternal dinilai masih mendominasi pergerakan mata uang Garuda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan transaksi di pelabuhan seharusnya menggunakan rupiah sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Ia meminta pelaku usaha melaporkan jika masih menemukan pembayaran layanan pelabuhan yang mewajibkan penggunaan dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus berubah dipengaruhi kondisi politik, ekonomi global, dan kebijakan pemerintah dari era Soekarno hingga Prabowo. Rupiah pernah mencapai titik terendah saat krisis moneter 1998 di era Soeharto dan kembali melemah tajam pada masa pandemi COVID-19 di pemerintahan Joko Widodo.

Pemerintah menegaskan pembahasan mengenai langkah-langkah mitigasi pelemahan rupiah telah dilakukan secara intensif dan tidak baru dimulai setelah nilai tukar mencapai level tertentu. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pertemuan antara otoritas yang menangani kebijakan ekonomi terus dilakukan secara rutin dan intensif.

Baca juga:

Menanggapi pertanyaan mengenai penguatan dolar AS yang masih berlanjut dan potensi pelemahan rupiah lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa koordinasi yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Pergerakan nilai tukar tidak ditentukan oleh satu faktor semata. Banyak variabel yang memengaruhi kekuatan rupiah, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sehingga penanganannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif.

Ia menambahkan, salah satu aspek yang turut memengaruhi kekuatan mata uang nasional adalah tingkat kemandirian ekonomi. Ketergantungan terhadap impor dinilai masih menjadi tantangan yang perlu terus dikurangi agar ketahanan ekonomi semakin kuat.

Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah telah melemah dan mencapai level Rp18.000 per dolar AS. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Namun, pemerintah berjanji untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat rupiah.

Baca juga:

Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali menguat dan stabilitas ekonomi dapat dipertahankan. Pemerintah perlu terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi dan memperkuat rupiah.

Kesimpulan, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan depan seiring potensi penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *