PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,21 persen ke level 5.885 pada penutupan sesi I. Penguatan ini didorong oleh menguatnya saham-saham sektor barang baku, energi, transportasi, dan perindustrian.
Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin dengan lonjakan 35,00 persen ke level 162. Posisi berikutnya ditempati PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang menguat 24,91 persen menjadi 1.755, disusul PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 22,08 persen ke level 94, PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang menguat 22,05 persen ke 775, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang naik 17,50 persen ke level 188.
Sementara itu, daftar top losers dipimpin PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang terkoreksi 14,87 persen ke level 1.660. Selanjutnya, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 14,51 persen menjadi 330, PT Danareksa Investment Management (XDIF) melemah 12,28 persen ke 350, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) turun 11,48 persen ke 54, dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) terkoreksi 10,78 persen menjadi 745.
IHSG pada penutupan sesi I didorong oleh menguatnya saham-saham sektor barang baku, energi, transportasi, dan perindustrian, sehingga mampu mengimbangi tekanan yang masih membayangi sektor kesehatan, keuangan, serta properti.
Nilai PDRB listrik dan gas wilayah Gorontalo pada kuartal I 2026 mencapai 7,2 Rp miliar. Angka ini menjadi nilai tertinggi sepanjang catatan historis sejak periode pertama Maret 2010. Sepanjang 65 periode kuartal yang tercatat, indikator ini menunjukkan tren naik konsisten dengan total perubahan nilai sebesar 190,32% selama 16 tahun pengamatan.
Kuartal I 2026 Gorontalo mencatat pertumbuhan sebesar 1,27% dibandingkan kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir berada di angka 1,58%, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir tercatat 1,60%. Pertumbuhan pada periode ini sedikit lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut.
Nilai terendah sepanjang sejarah tercatat pada kuartal I 2015 dengan nilai 2,32 Rp miliar, sementara kenaikan tertinggi pernah terjadi pada kuartal IV 2016 dengan pertumbuhan 32,13%.
Pada kuartal terakhir, Gorontalo menempati peringkat ke-6 di wilayah Pulau Sulawesi, dan peringkat 36 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain di wilayah timur Indonesia, nilai PDRB listrik dan gas Gorontalo berada di bawah Sulawesi Barat yang mencatatkan 7,45 Rp miliar, namun masih lebih tinggi dibandingkan wilayah Papua Pegunungan yang hanya mencapai 2,13 Rp miliar pada periode yang sama.
IHSG dibuka melemah 20,20 poin atau 0,34 persen ke level 5.835,17 setelah sebelumnya turun 1,89 persen pada penutupan perdagangan kemarin. Volume transaksi pagi mencapai 568,21 juta lembar saham dengan nilai Rp309,85 miliar dan kapitalisasi pasar sebesar Rp10.267,54 triliun.
Saham PRDL dan COCO mencatat kenaikan signifikan masing-masing 35 persen dan 21,25 persen di tengah tekanan IHSG.
Kesimpulan, IHSG mengalami penguatan sebesar 0,21 persen ke level 5.885 pada penutupan sesi I. Saham JECX terkoreksi 14,87 persen ke level 1.660. Nilai PDRB listrik dan gas wilayah Gorontalo pada kuartal I 2026 mencapai 7,2 Rp miliar.
