Skandal Video Tak Senonoh di Boyolali: Korban Bantah Berdamai dengan Camat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Juli 2026 | Boyolali, Jawa Tengah, baru-baru ini dilanda skandal video tak senonoh yang dikirimkan oleh seorang camat kepada mantan karyawannya, TA (19). Korban membantah kabar yang menyebut dirinya telah berdamai dengan aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

Menurut TA, jabat tangan yang terjadi saat proses mediasi bukan menjadi tanda bahwa dirinya telah memaafkan oknum camat berinisial D. TA mengatakan dirinya sejak awal tidak berniat bersalaman dengan D ketika mediasi berlangsung. Namun, ia mengaku diminta tetap melakukannya sebagai bagian dari proses administrasi.

Baca juga:

TA juga mengaku kecewa karena D tidak pernah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf setelah surat pengaduannya masuk. Korban menegaskan, tindakan itu semata dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dokumentasi. Selain itu, TA juga mengaku memiliki bukti berupa tangkapan layar yang menunjukkan video tersebut sempat muncul di percakapan sebelum akhirnya dihapus.

Camat Boyolali membantah tudingan bahwa dirinya sengaja mengirimkan video telanjang kepada mantan karyawannya. Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi murni akibat salah kirim dan bukan tindakan yang disengaja. Namun, TA membantah pernyataan camat tersebut dan mengaku video tersebut dikirim sebanyak dua kali dan baru ditarik sekitar 20 menit setelah masuk ke ruang percakapannya.

Baca juga:

Dalam kasus ini, Pemkab Boyolali berkomitmen untuk mengusut tuntas skandal video tak senonoh tersebut. Sementara itu, TA tetap menuntut permintaan maaf terbuka dari camat dan meminta Pemkab Boyolali menjatuhkan sanksi yang lebih tegas.

Sementara itu, di Boyolali juga terdapat kegiatan positif seperti Multistakeholder Forum Beras Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh konsorsium Ricesilience (Beras Tangguh), Pemkab Boyolali, dan anggota multistakeholder forum. Forum ini bertujuan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan di Boyolali, khususnya komoditas perberasan.

Baca juga:

Kesimpulan, skandal video tak senonoh di Boyolali masih dalam proses penyelidikan. Korban TA tetap menuntut permintaan maaf terbuka dari camat dan meminta Pemkab Boyolali menjatuhkan sanksi yang lebih tegas. Sementara itu, kegiatan positif seperti Multistakeholder Forum Beras Berkelanjutan terus berlangsung untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan di Boyolali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *