PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini, 27-31 Juli 2026, ditutup positif. Di tengah menguatnya IHSG, tercatat 10 saham menguat dan melemah signifikan. Saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang melonjak 67,62 persen ke Rp880 per saham, disusul DWGL 60,87 persen dan ZONE 51,49 persen.
Sementara itu, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatat koreksi terdalam, turun 23,74 persen ke Rp11.000 per saham, diikuti ELPI melemah 20,88 persen dan BLUE turun 17,06 persen. IHSG selama sepekan ini menguat 0,64 persen menjadi 6.236,126 dari posisi pekan sebelumnya di level 6.196,430.
Menguatnya IHSG tersebut mendorong kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat Rp53 triliun atau 0,48 persen dibanding pekan lalu menjadi Rp10.923 triliun. Pada pekan lalu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.870 triliun.
Beberapa analis memprediksi IHSG akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (3/8) besok, dengan target rentang 6.352 hingga 6.545. Namun, perlu diingat bahwa pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis, seperti indeks Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham justru tertekan aksi jual mendalam. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin klasemen top losers sepekan usai anjlok 23,74%. Saham MPRO merosot dari posisi Rp14.425 di pekan lalu menjadi Rp11.000 di pekan ini, atau tergerus 3.425 poin.
Posisi berikutnya diisi emiten pelayaran, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) terokreksi 20,88%, turun dari posisi Rp910 ke posisi Rp720 atau turun 190 poin. Berikutnya PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) menempati klasemen ketiga usai susut 17,06% dari posisi Rp2.930 menjadi Rp2.430 atau 500 poin.
Kesimpulan, IHSG menguat tipis sepanjang periode perdagangan 27-31 Juli 2026, dengan beberapa saham menguat dan melemah signifikan. Pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis, sehingga investor perlu waspada dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.
