Kemenperin Akui Kondisi PT Krakatau Osaka Steel Sangat Mengkhawatirkan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengakui bahwa kondisi PT Krakatau Osaka Steel (KOS) sangat mengkhawatirkan. Perusahaan ini telah menghentikan produksi dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Kemenperin menyatakan bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan.

Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief, pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, Kemenperin mengimbau perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca juga:

PT KOS telah mengalami kerugian sejak 2022 seiring penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut. Industri baja dalam negeri sendiri menghadapi pukulan berat akibat kombinasi kelebihan pasokan global, banjir impor baja murah, dan melemahnya permintaan domestik yang terus menekan daya saing produsen lokal.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyoroti PHK masal yang dilakukan PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Data yang diterima PHK massal mendekati 200 orang imbas tutupnya Krakatau Osaka Steel.

Baca juga:

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara memperingatkan bahwa jika pemerintah masih terus membiarkan impor baja murah dari China, maka akan lebih banyak lagi produsen baja Indonesia yang tutup disusul dengan badai PHK yang lebih hebat.

Penutupan PT KOS menjadi bukti nyata tekanan berat yang kini dihadapi industri baja nasional akibat banjir impor baja murah, terutama dari China yang menghasilkan persaingan tidak seimbang bagi produsen baja domestik.

Baca juga:

Kemenperin akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja dalam negeri.

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa industri baja nasional sedang menghadapi tekanan struktural serius akibat derasnya impor baja murah asal China. Pemerintah perlu segera menerapkan kebijakan bea masuk anti-dumping untuk mencegah penutupan lebih banyak perusahaan baja di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *