PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Agustus 2026 | Barito Pacific, salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia, telah mengalami penurunan kinerja keuangan pada semester I-2026. Ketiga saham yang terafiliasi dengan Founder Barito Pacific Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), telah dikeluarkan dari indeks utama Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 13 Mei 2026.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan US$5,34 miliar pada semester I-2026, meningkat 83,51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan biaya bahan baku dan beban produksi, sehingga laba bersih TPIA turun tajam menjadi US$283,2 juta, anjlok 77,52% dibandingkan US$1,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan pendapatan US$334,4 juta sepanjang semester I-2026, tumbuh 11,47% dari US$300 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, BREN tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar US$87,1 juta, naik 33,18% dibandingkan US$65,4 juta pada semester I-2025.
Kinerja keuangan ketiga emiten Grup Barito tersebut menunjukkan perbedaan. Namun, penurunan kinerja keuangan Barito Pacific dapat menjadi perhatian bagi investor dan analis keuangan.
Kesimpulan dari kinerja keuangan Barito Pacific pada semester I-2026 menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan laba bersih. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengembangkan bisnis untuk meningkatkan kinerja keuangan di masa depan.
