Laba BNI Mencapai Rp5,6 Triliun di Kuartal I 2026, Didukung Pertumbuhan CASA dan Kredit yang Pesat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan performa keuangan yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026, dengan laba bersih mencapai Rp5,6 triliun. Pencapaian ini menandai peningkatan 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mencerminkan strategi pertumbuhan yang seimbang antara kredit, pendapatan bunga, serta pendapatan non-bunga.

Pendapatan bunga bersih (NII) BNI naik 12,1% YoY menjadi Rp11,02 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 12,6% berkat kenaikan fee dari transaksi digital. Kombinasi kedua sumber pendapatan ini menghasilkan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,3 triliun, level tertinggi dalam sejarah kuartal I.

Baca juga:

Aspek kualitas aset juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) menurun menjadi 1,9%, Loan at Risk (LAR) berada pada 8,6%, dan credit cost berada di level 1,1%, selaras dengan guidance manajemen. Struktur permodalan tetap sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 83,5% dan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 18,5%.

Penyaluran kredit BNI melesat 20,1% YoY, mencapai Rp919,3 triliun pada akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini terjadi secara seimbang antara segmen business banking dan consumer retail, mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan kekuatan yang berperan penting dalam mendukung likuiditas. CASA (Cash and Savings) BNI tumbuh 26,6% YoY menjadi Rp731,6 triliun, didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% dan tabungan naik 10,4%.

Keberhasilan peningkatan CASA tidak lepas dari kontribusi platform digital BNI. Pengguna wondr by BNI melampaui 13 juta, sementara BNIdirect mencatat pertumbuhan transaksi lebih dari 16% YoY. Kedua kanal digital tersebut memperkuat engagement nasabah, memperluas basis tabungan ritel, serta meningkatkan efisiensi biaya dana.

Baca juga:
  • CASA market share naik 120 basis poin, dari 10,1% pada Maret 2025 menjadi 11,3% pada Februari 2026.
  • Biaya dana menjadi lebih efisien berkat struktur pendanaan yang kuat.
  • Platform digital berkontribusi signifikan pada pertumbuhan giro korporasi.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menekankan pentingnya basis dana murah yang solid sebagai enabler ekspansi kredit serta penopang efisiensi biaya. Sementara Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan menegaskan komitmen BNI dalam menjaga disiplin risiko di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik dan tekanan pasar energi.

Dalam konteks kebijakan moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia tetap berada pada level seimbang, memberikan dukungan bagi pertumbuhan kredit dan stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah juga melanjutkan stimulus fiskal melalui bantuan sosial, subsidi energi, dan dukungan sektor usaha.

Selain pencapaian keuangan, BNI aktif berperan dalam program sosial nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan transaksi digital melalui Virtual Account dan BNIdirect. Upaya transformasi bisnis pada wilayah, area, dan cabang juga terus dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan hingga ke unit operasional terkecil.

Baca juga:

Secara keseluruhan, kinerja BNI pada kuartal I 2026 mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan, dan pengelolaan risiko yang disiplin, menjadikan bank ini sebagai salah satu pilar utama sistem keuangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *