PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juni 2026 | Maskapai penerbangan AirAsia baru-baru ini mengumumkan penghapusan rute penerbangan langsung dari Jakarta ke Singapura dan Bangkok. Keputusan ini diambil karena beberapa faktor, termasuk optimasi jaringan dan penurunan permintaan akibat konflik geopolitik dan fluktuasi harga bahan bakar.
Menurut Group CEO AirAsia, Bo Lingam, penghapusan rute langsung ini juga disebabkan oleh biaya operasional yang tinggi, terutama biaya pajak bandara di Bandara Internasional Changi Singapura. Namun, AirAsia berencana untuk mengaktifkan kembali rute Jakarta-Bangkok dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, AirAsia juga fokus pada peremajaan pesawat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga harga tiket penerbangan tetap terjangkau. Maskapai ini telah mendatangkan Airbus A321LR dengan efisiensi bahan bakar lebih tinggi dan berencana untuk mempercepat program peremajaan pesawat.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, AirAsia juga mengoptimalkan jaringan penerbangan dan mengendalikan biaya operasional secara berkelanjutan. Maskapai ini berharap dapat mempertahankan daya saing tarif penerbangan dan memperluas konektivitas di Asia Tenggara.
Di lain pihak, pemerintah Indonesia juga mengumumkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp 26,34 triliun untuk meredam dampak lonjakan harga energi dan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat. Stimulus ini mencakup insentif transportasi, anggaran magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Dengan demikian, maskapai penerbangan seperti AirAsia diharapkan dapat memanfaatkan stimulus ekonomi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga harga tiket penerbangan tetap terjangkau. Hal ini akan membantu meningkatkan kegiatan ekonomi di masyarakat dan memperluas konektivitas di Asia Tenggara.
