PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Pemerintah kini melirik Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah pengembangan yang tengah digarap oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan terhadap impor LPG.
Berdasarkan data porsi impor LPG nasional pada 2025 mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan. CNG memiliki tekanan yang cukup tinggi membuat CNG lebih rawan meledak. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut bahan baku CNG di Indonesia sangat melimpah dibanding LPG yang terbatas.
CNG atau Compressed Natural Gas adalah gas alam yang dikompresi pada tekanan sangat tinggi. Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal menjelaskan CNG memiliki karakteristik yang berbeda dengan LPG. Tekanan CNG mencapai 200–250 bar, sementara LPG hanya 5–10 bar.
CNG terdiri dari campuran hidrokarbon, seperti metana, etana, propana, dan butana. Dalam CNG, kandungan metana menjadi yang paling dominan, bahkan bisa mencapai lebih dari 95 persen. Berbeda dengan LPG yang berbentuk cair di bawah tekanan sedang, CNG tetap berbentuk gas yang dikompresi dengan tekanan sangat tinggi.
Apalagi, harga CNG lebih murah sampai 30% dibandingkan dengan LPG. Hal ini membuat CNG menjadi alternatif yang menarik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Namun, perlu diingat bahwa CNG memiliki tekanan yang cukup tinggi, sehingga perlu penanganan yang tepat untuk menghindari kecelakaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan sumber daya energi dalam negeri, seperti CNG. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut tentang CNG sebagai alternatif pengganti LPG. Selain itu, perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keamanan dan keunggulan CNG dibandingkan dengan LPG.
Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian nasional dengan mengurangi biaya impor LPG dan meningkatkan pendapatan negara dari penjualan CNG.
