Pemerintah Indonesia Sukses Terbitkan Panda Bond Senilai 7 Miliar Yuan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan surat utang berdenominasi yuan, Panda Bond, senilai 7 miliar yuan atau setara sekitar USD 1,033 miliar. Penerbitan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan mendapat respons positif dari investor di pasar domestik Tiongkok.

Panda Bond diterbitkan dalam dua seri, yakni seri RICNY0729 dengan tenor 3 tahun, dan seri RICNY0731 dengan tenor 5 tahun. Seri RICNY0729 diterbitkan senilai 5,6 miliar yuan dengan kupon sebesar 1,90 persen dan akan jatuh tempo pada 30 Juli 2029. Sementara, seri RICNY0731 diterbitkan senilai 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19 persen dan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.

Baca juga:

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan, penerbitan Panda Bond ini mendapat sambutan yang sangat baik dari investor di pasar domestik Tiongkok dengan total peak orderbook mencapai sekitar CNY 17,0 miliar atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali. Hal ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah.

Dana hasil penerbitan Panda Bond akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026. Penerbitan ini juga memperoleh peringkat kredit AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. Bank of China Limited bertindak sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner, sementara China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited menjadi joint lead underwriters dan joint bookrunners.

Baca juga:

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa penerbitan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan atau Panda Bond dinilai menjadi alternatif pembiayaan yang strategis bagi pemerintah. Meskipun menawarkan diversifikasi sumber pendanaan di luar pasar dolar Amerika Serikat (AS) dan yen Jepang, instrumen ini bukan berarti otomatis memberikan biaya pinjaman yang lebih murah.

Manfaat utama penerbitan Panda Bond bukan semata mengejar biaya pinjaman yang rendah, melainkan untuk memperluas basis investor pemerintah, mengurangi ketergantungan terhadap pasar obligasi domestik, serta menyediakan alternatif pembiayaan ketika kondisi pasar dolar AS kurang kondusif. Dalam jangka panjang, Panda Bond dipandang sebagai instrumen diversifikasi sumber pembiayaan, bukan pengganti utama penerbitan utang pemerintah.

Baca juga:

Kesimpulan, penerbitan Panda Bond perdana oleh pemerintah Indonesia mendapat respons positif dari investor di pasar domestik Tiongkok dan mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah. Penerbitan ini juga membuka peluang untuk diversifikasi sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *