PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Mei 2026 | Perjanjian dagang antara India dan Amerika Serikat telah menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir. Sekretaris Negara Amerika, Marco Rubio, baru-baru ini mengumumkan bahwa India telah berkomitmen untuk membeli barang-barang senilai $500 miliar dari Amerika dalam waktu lima tahun ke depan. Keputusan ini telah memicu reaksi keras dari Partai Kongres, yang menyebutnya sebagai keputusan yang kompromi dan tidak menguntungkan bagi India.
Menurut Jairam Ramesh, Sekretaris Jenderal Partai Kongres, keputusan ini akan memaksa India untuk meningkatkan impor dari Amerika secara signifikan, yang dapat membahayakan industri domestik dan petani India. Ia juga menanyakan mengapa keputusan ini diumumkan oleh Amerika dan bukan oleh pemerintah India sendiri.
Perjanjian dagang ini juga telah memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap nilai tukar rupee India. Dalam tahun terakhir, rupee India telah melemah sebesar 12% terhadap dolar Amerika, dan peningkatan impor dari Amerika dapat memperburuk situasi ini.
Partai Kongres juga menyerukan agar pemerintah India memiliki keberanian untuk membatalkan perjanjian dagang yang dianggap tidak menguntungkan bagi India. Mereka mencontohkan Malaysia, yang telah membatalkan perjanjian serupa dengan Amerika setelah putusan pengadilan tinggi Amerika yang membatalkan tarif yang menjadi dasar perjanjian dagang tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, perdebatan tentang perjanjian dagang ini telah memanas. Sementara beberapa pihak menyambut keputusan ini sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan hubungan dagang antara India dan Amerika, yang lain menyebutnya sebagai keputusan yang kontroversial yang dapat membahayakan kepentingan India.
Untuk mengetahui dampak sebenarnya dari perjanjian dagang ini, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam dan pertimbangan yang matang. Namun, satu hal yang jelas: perjanjian dagang ini telah memicu perdebatan yang hangat dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan dagang antara India dan Amerika.
