PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Mei 2026 | Rupiah terus melemah menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Gedung DPR.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.719 pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pada perdagangan di pasar spot pada Rabu, 20 Mei 2026 hingga pukul 09.08 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 17.741 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menguji ketahanan harga pangan nasional.
Ketergantungan tinggi terhadap impor pangan membuat tekanan kurs berpotensi cepat merambat ke harga makanan yang dikonsumsi masyarakat seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya pada semester II-2026.
Ketergantungan impor Indonesia terhadap sejumlah komoditas pangan masih sangat tinggi.
Gandum sepenuhnya impor, kedelai sekitar 90 persen masih dipenuhi dari impor.
Selain itu, bawang putih 95 persen impor, gula sekitar 60 persen, serta daging sapi dan kerbau sekitar 54 persen.
Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS.
Pada akhirnya, peningkatan biaya impor ini berisiko menimbulkan kenaikan harga pangan di dalam negeri.
Kondisi tersebut memunculkan fenomena imported inflation atau inflasi impor, yakni tekanan inflasi yang berasal dari pelemahan nilai tukar dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor.
Transmisi pelemahan rupiah ke harga pangan konsumen berlangsung berbeda pada tiap komoditas.
Untuk gandum dan kedelai, dampaknya bisa terasa hanya dalam hitungan minggu karena industri pengolahan langsung menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Kenaikan harga bahan baku langsung ditransmisikan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga produk di tingkat konsumen.
Tekanan tersebut dinilai lebih cepat terasa pada produk olahan dibanding bahan baku mentah, karena terdapat efek berantai pada biaya produksi, energi, distribusi, kemasan, dan logistik.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengaku optimis stabilitas kurs rupiah akan segera membaik dengan adanya langkah koordinatif yang dilakukan pemerintah dan otoritas ekonomi secara bertahap.
Dia mengatakan pemerintah dan otoritas ekonomi perlu menjaga konsistensi kebijakan dan kepercayaan publik yang tidak boleh goyah.
Dengan demikian, dia meyakini sentimen positif terhadap pasar akan terjadi dalam waktu dekat.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku ekonomi nasional.
Namun, ia meminta masyarakat tidak menyikapi dinamika kurs secara berlebihan hingga memicu kepanikan yang dapat memperburuk sentimen pasar.
Kondisi tersebut memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berdampak negatif pada perekonomian nasional.
