PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Mei 2026 | Indonesian Idol 2026 telah mencapai babak Grand Final, namun di balik kesuksesan acara tersebut, terdapat skandal penggelapan dana voting yang melibatkan admin fansbase Rio Lahskart, salah satu finalis yang tereliminasi.
Menurut informasi yang beredar, admin fansbase bernama Arini diduga menilep dana patungan voting ratusan juta rupiah milik pendukung Rio Lahskart. Akibat dana tidak disalurkan untuk membeli kuota vote, Rio Lahskart gagal melaju ke Grand Final dan terhenti di babak Top 3.
Skandal ini pertama kali dibongkar oleh beberapa akun di platform X yang kemudian viral. Melalui utas panjang, mereka membeberkan kronologi dugaan penilepan yang dilakukan oleh Arini. Ivan Gunawan, salah satu pendukung kuat Rio, juga mengutarakan kekecewaannya melalui komentar di Instagram, menyoroti kejanggalan dana vote yang tidak tersalurkan.
Rio Lahskart sendiri telah mengetahui dugaan penggelapan ini melalui percakapan pribadi dengan fans yang bocor di dunia maya. Namun dia mengaku pasrah dan menganggap panggung final bukan rezekinya.
Sistem voting Indonesian Idol kerap kali melibatkan sistem “patungan” di kalangan penggemar. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya, karena membeli kuota vote dalam jumlah besar secara kolektif jauh lebih murah per-itemnya dibandingkan membeli satu per satu.
Profil Rio Lahskart, Juara 3 Indonesian Idol 14, menunjukkan bahwa dia merupakan penyanyi asal Mojokerto yang telah merintis kariernya sebagai penyanyi acara pernikahan. Bakat vokalnya mulai diakui secara luas saat ia menjuarai ajang Bintang Radio Indonesia pada tahun 2022.
Rio Lahskart lahir di Mojokerto pada 22 Maret 2000. Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Rio dikenal sebagai wedding singer berpengalaman dan mendapat Golden Ticket setelah membawakan lagu ‘Run To You’ dengan teknik falsetto yang memukau.
Ivan Gunawan menjadi salah satu pendukung terbesar Rio dengan hadir langsung di studio, mendesain kostumnya, dan mengajak publik memberikan vote melalui media sosial.
Kesimpulan dari skandal ini adalah bahwa penggelapan dana voting telah menjadi masalah serius dalam Indonesian Idol 2026. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem voting untuk memastikan keadilan dan kesuksesan acara tersebut.
