PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Mei 2026 | Air India, maskapai penerbangan nasional India, mengalami kerugian besar pada tahun fiskal 2025-2026. Menurut laporan keuangan Singapura Airlines, Air India mengalami kerugian sebesar SGD 3,56 miliar (sekitar Rp 26.700 miliar) pada tahun fiskal tersebut.
Kerugian ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan operasional di pasar Timur Tengah dan harga bahan bakar jet yang tinggi. Singapura Airlines, yang memiliki saham 25,1% di Air India, juga terganggu oleh kerugian ini.
Singapura Airlines melaporkan bahwa laba bersihnya turun 57% menjadi SGD 1,184 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, dibandingkan dengan SGD 2,778 miliar pada tahun sebelumnya. Kerugian Air India merupakan salah satu penyebab utama penurunan laba bersih Singapura Airlines.
Air India sedang melakukan proses restrukturisasi operasional dan perluasan armada, tetapi masih menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan operasional di pasar Timur Tengah dan harga bahan bakar jet yang tinggi.
Singapura Airlines tetap komitmen dengan investasinya di Air India dan berharap bahwa maskapai penerbangan ini dapat kembali pulih dan menjadi salah satu pemain utama di industri penerbangan India.
Sementara itu, Air India terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringannya, tetapi masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kerugian besar yang dialami Air India merupakan peringatan bahwa industri penerbangan masih memiliki banyak tantangan dan risiko, dan perusahaan-perusahaan penerbangan perlu terus berinovasi dan beradaptasi untuk tetap kompetitif.
