Massive Attack Dilarang di Singapura Setelah Mendukung Palestina

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Agustus 2026 | Band Inggris Massive Attack baru-baru ini dilarang tampil di Singapura setelah mereka menunjukkan dukungan kepada Palestina selama konser di negara tersebut. Insiden ini terjadi pada 29 Juli 2026, ketika band tersebut mempertunjukkan bendera Palestina dan menyuarakan dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina.

Menurut keterangan polisi Singapura, tindakan band tersebut dianggap melanggar hukum yang melarang penampilan simbol atau bendera asing tanpa izin. Akibatnya, dua anggota band, Robert Del Naja dan Grant Marshall, dilarang masuk ke Singapura dan band tersebut tidak diizinkan untuk tampil lagi di negara tersebut.

Baca juga:

Massive Attack menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan ini dan menegaskan bahwa mereka hanya ingin menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina. Mereka juga menyatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri Singapura, melainkan sebagai bentuk ekspresi dan dukungan untuk perjuangan kemanusiaan.

Insiden ini memicu debat tentang batasan kebebasan berekspresi dan tindakan politik dalam konser musik. Banyak penggemar dan pendukung Massive Attack menyatakan dukungan mereka untuk band tersebut dan mengecam keputusan pemerintah Singapura.

Baca juga:

Massive Attack telah lama dikenal sebagai band yang vokal dalam mendukung berbagai isu kemanusiaan dan politik, termasuk perjuangan rakyat Palestina. Mereka telah menggunakan platform mereka untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas bagi berbagai penyebab, dan insiden ini hanya memperkuat komitmen mereka untuk terus berbicara tentang isu-isu yang penting.

Sebagai bagian dari protes mereka, Massive Attack juga meminta pemerintah Singapura untuk meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik PBB, yang menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

Baca juga:

Dalam sebuah pernyataan, band tersebut menyatakan, ‘Kami sangat kecewa dengan keputusan ini dan merasa bahwa ini adalah serangan terhadap kebebasan berekspresi kami. Kami akan terus berbicara tentang isu-isu yang penting dan mendukung perjuangan kemanusiaan di seluruh dunia.’

Kesimpulan dari insiden ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dan tindakan politik dalam konser musik masih menjadi isu yang sangat diperdebatkan. Massive Attack tetap berkomitmen untuk menggunakan platform mereka untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas bagi berbagai penyebab, dan insiden ini hanya memperkuat komitmen mereka untuk terus berbicara tentang isu-isu yang penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *