Clara Shinta Pilih Damai, Tak Gugat Harta Gono‑Gini dalam Proses Perceraian dengan Muhammad Alexander Assad

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Selebgram terkenal Clara Shinta resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Muhammad Alexander Assad, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Meskipun proses perceraian kini sedang berjalan, Clara menegaskan bahwa ia tidak menuntut harta gono‑gini ataupun manfaat materi apa pun dari pernikahan yang kini berakhir.

Dalam keterangan yang diberikan pada Kamis, 16 April 2026, Clara menjelaskan bahwa sejak awal pernikahan keduanya telah sepakat untuk memisahkan aset secara pribadi. “Saya sendiri tidak ada kesepakatan, tidak minta harta gono‑gini juga karena kami memang ada harta terpisah. Saya tidak menuntut apa pun, aman saja,” ujar Clara di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pernyataan serupa juga diulang saat ia ditemui di kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Jakarta Timur, menegaskan bahwa fokus utama kini adalah menyelesaikan proses perceraian secara damai.

Baca juga:

Clara menambahkan bahwa keputusan untuk tidak menuntut harta bukan sekadar strategi hukum, melainkan merupakan cerminan niat tulusnya sejak pernikahan. “Saya menyayangi dia, memilih dia sebagai pasangan hidup. Jadi kalau soal keuangan, saya tidak pernah menganggapnya sebagai bagian dari hubungan saya,” tegasnya. Sikap ini mencerminkan nilai pribadi Clara yang menolak mengambil keuntungan dari pernikahan yang singkat, meski secara hukum ia memiliki hak untuk mengklaim bagian harta bersama.

Menurut informasi yang beredar, proses pendaftaran perceraian telah dilakukan melalui kuasa hukum Clara. Ia juga mengonfirmasi bahwa sejak kembali dari Bangkok, ia sudah tidak lagi tinggal satu atap dengan suaminya. “Pisah rumah semenjak dari Bangkok kemarin, setelah pulang,” katanya saat memberi keterangan di Komnas PA. Hal ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak sudah memisahkan tempat tinggal secara fisik, menyiapkan dasar yang lebih mudah untuk penyelesaian perkara di pengadilan.

Kasus ini muncul setelah Clara mengonfrontasi suaminya terkait dugaan perselingkuhan. Ia menyebut telah menemukan bukti video call (VCS) yang menampilkan Alexander bersama seorang perempuan bernama Indah, serta mengungkapkan bahwa suaminya tidak pernah memberikan nafkah sejak awal pernikahan. Meski begitu, Clara menolak menjadikan isu-isu tersebut sebagai bahan tuntutan materi, melainkan menganggapnya sebagai alasan pribadi untuk mengakhiri hubungan.

Baca juga:

Pengadilan Agama Jakarta Selatan diperkirakan akan memproses permohonan cerai ini dalam beberapa minggu ke depan. Pihak pengadilan biasanya akan menilai bukti-bukti yang diajukan, termasuk pernyataan saksi, bukti komunikasi, serta bukti kepemilikan aset masing-masing pihak. Karena Clara telah menyatakan tidak mengajukan klaim harta, proses pembagian aset kemungkinan akan lebih sederhana dibandingkan kasus perceraian dengan sengketa materi.

Para pengamat hukum mencatat bahwa sikap Clara dapat menjadi contoh bagi publik dalam menanggapi perceraian yang melibatkan tokoh publik. “Jika pasangan memang memiliki perjanjian pranikah atau kesepakatan pemisahan aset, maka tidak mengajukan tuntutan harta dapat mempercepat proses perceraian dan mengurangi beban emosional bagi kedua belah pihak,” ujar salah satu pengacara keluarga yang tidak disebutkan namanya.

Di samping itu, Clara menekankan keinginannya agar perceraian ini tidak menimbulkan konflik publik. “Semua pengennya berjalan dengan damai saja, kenal baik‑baik, berpisah dengan baik‑baik,” tuturnya. Pernyataan ini mendapat respon positif dari netizen yang mengapresiasi kedewasaan dan kejujuran Clara dalam menghadapi situasi pribadi yang sensitif.

Baca juga:

Secara keseluruhan, kasus perceraian Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad menyoroti pentingnya komunikasi terbuka, kesepakatan finansial yang jelas, serta sikap saling menghormati dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Dengan tidak menuntut harta, Clara berharap proses hukum dapat selesai cepat, memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan kehidupan masing‑masing tanpa beban materi.

Ke depannya, masyarakat dapat menunggu hasil keputusan pengadilan, sambil mengamati bagaimana kedua mantan pasangan ini mengelola kehidupan pasca perceraian. Apapun hasilnya, langkah Clara yang mengutamakan damai dan menolak mengambil keuntungan materi menjadi pelajaran penting tentang nilai integritas dalam hubungan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *