PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Mei 2026 | Wabah hantavirus yang menyerang kapal pesiar MV Hondius telah menewaskan tiga orang dan membuat 149 penumpang dari 23 negara terjebak di atas kapal. Kapal tersebut kini dijadwalkan berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, untuk penanganan lebih lanjut.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang pertama kali diidentifikasi pada 1970-an di Korea Selatan. Virus ini menyebar melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan umumnya terjadi saat partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus mengering lalu terhirup manusia.
Gejala awal hantavirus sering kali tidak spesifik pada tahap awal sehingga sulit dideteksi. Penderita biasanya mengalami demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala tersebut dapat muncul dalam 1–8 minggu setelah terpapar. Dalam beberapa hari, kondisi bisa memburuk menjadi batuk, sesak napas, hingga penumpukan cairan di paru-paru.
Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS/HCPS) yang menyerang paru-paru dan jantung, serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. Infeksi paru menjadi yang paling berbahaya dengan tingkat kematian sekitar 20–40 persen.
Kementerian Kesehatan Spanyol telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi tempat penanganan medis bagi penumpang kapal MV Hondius. Para penumpang nantinya akan diperiksa, mendapatkan perawatan yang dibutuhkan, dan dapat memulai perjalanan pulang jika sudah diperkenankan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran ke masyarakat luas tetap rendah. Namun, situasi di atas kapal tergolong serius, dan penanganan yang tepat harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Kesimpulan, wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius merupakan insiden kesehatan global yang serius. Penanganan yang cepat dan tepat harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini dan menyelamatkan nyawa penumpang yang terjebak di atas kapal.
