PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta agar satpam yang terlibat perselisihan dengan pengendara mobil Alphard di kawasan Bundaran HI tidak dikenakan sanksi pemecatan. Teguran keras justru diarahkan kepada pengemudi mobil mewah yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.
Langkah ini diambil setelah Pramono memeriksa bukti rekaman CCTV milik pemerintah yang diklaim menyimpan rekaman kejadian lebih detail ketimbang video yang beredar di media sosial. Pramono mengaku telah menyaksikan rekaman insiden di depan area penyeberangan jalan kawasan Bundaran HI tersebut secara berulang kali.
Berdasarkan data kamera pengawas milik Pemprov DKI, satpam bernama Victor itu dinilai telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik sesuai prosedur. "Untuk nasib satpamnya, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Yang bersangkutan sebenarnya justru menjalankan tugas dengan baik sekali," ujar Pramono di Balai Kota, Kamis (23/7).
Sebaliknya, analisis CCTV menunjukkan bahwa pengemudi Alphard tersebut terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas di area penyeberangan pejalan kaki (zebra cross). Tak hanya menerobos aturan lalu lintas, Pemprov DKI Jakarta juga menerima laporan bahwa kendaraan mewah jenis Alphard tersebut terindikasi menggunakan nomor polisi tidak resmi.
"Kami mendapatkan laporan bahwa mobil tersebut menggunakan pelat palsu. Wajah pihak yang marah-marah itu juga sudah kami ketahui dengan sangat jelas dari CCTV," tegas Pramono.
Pramono meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pengendara yang terbukti bersalah dan bersikap sewenang-wenang di jalan raya agar memberikan efek jera. "Orang yang menegur harusnya yang diberikan apresiasi, bukan sanksi. Saya sudah minta aparat penegak hukum bertindak jika ini tidak bisa diselesaikan secara baik. Jangan sampai ada pihak yang seakan-akan berkuasa padahal dia salah," tambahnya.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Pengemudi harus selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menghormati hak-hak pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang.
