PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juli 2026 | Samir Nasri, mantan pemain sepak bola profesional yang pernah bergabung dengan Arsenal dan Manchester City, baru-baru ini ditangkap oleh kepolisian Perancis atas dugaan keterlibatannya dalam kasus pencucian uang dan narkoba. Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan besar-besaran yang sedang berlangsung terkait dengan jaringan kriminal pengedar narkoba di Marseille.
Menurut laporan dari Le Parisien, Samir Nasri diinterogasi selama kurang lebih sepuluh jam pada Kamis waktu setempat oleh kepolisian. Meskipun begitu, mantan pemain Arsenal itu akhirnya dibebaskan pada malam harinya tanpa dakwaan dan tidak ada proses hukum yang diajukan terhadapnya.
Para penyidik sedang menyelidiki dugaan keterkaitan antara Nasri dan jaringan kriminal yang terkait dengan Hakim Berrebouh, yang dijuluki "Babi Hutan". Berrebouh bukan orang sembarangan, karena ia adalah pengedar narkoba yang telah dipenjara sejak tahun 2021. Kasus yang menggemparkan ini juga menyebut nama Olivier Sabbah, yang dikenal sebagai “Paulo”, yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh kunci dalam jaringan pencucian uang yang terkait dengan aktivitas kriminal Berrebouh.
Samir Nasri dilaporkan telah ditahan selama 10 jam sebagai bagian dari penyelidikan hukum besar-besaran terkait pencucian uang terorganisir. Ia diperiksa oleh penyidik keuangan di Paris terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan yang terkait dengan perdagangan narkoba internasional.
Kasus besar ini terutama berfokus pada dua tokoh utama: Karim Berrebouh, pengedar narkoba asal Marseille yang sedang dipenjara, dan salah satu pelaku pencucian uang utama dalam jaringannya, Olivier Sabbah. Keterlibatan Nasri dalam aspek pencucian uang terorganisir dalam kasus ini bermula dari perannya sebelumnya sebagai manajer dan pemegang saham "XS", sebuah klub malam di Ivry-sur-Seine, yang ia bergabung sekitar tahun 2016.
Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah tempat tersebut digunakan untuk menyamarkan dana ilegal dari jaringan kriminal Berrebouh. Interogasi yang berlangsung lama di ibu kota ini terjadi setelah masa penahanan awal yang sebelumnya dijalani oleh mantan gelandang tersebut di Marseille pada akhir Juni.
Meskipun terdaftar sebagai wajib pajak di Dubai—di mana tidak ada pajak penghasilan—para pejabat mencurigai mantan bintang Marseille ini diam-diam tinggal di Paris untuk menghindari kewajiban perpajakan. Status “surga pajak” sang mantan gelandang ini mulai dipertanyakan setelah laporan Les Echos pada bulan April, di mana otoritas pajak melacak keberadaannya yang sebenarnya melalui lebih dari 200 pesanan makanan yang dipesan melalui aplikasi Deliveroo.
Samir Nasri masih berpotensi menerima panggilan pengadilan di masa mendatang terkait kemungkinan dakwaan resmi seiring berjalannya penyelidikan yudisial. Kasus ini juga berpotensi berdampak serius pada kariernya di dunia penyiaran sebagai pakar televisi terkemuka di Prancis jika muncul bukti-bukti baru.
Dalam kesimpulan, kasus Samir Nasri yang terseret dalam kasus pencucian uang dan narkoba ini masih dalam penyelidikan. Meskipun telah dibebaskan tanpa dakwaan, namun masih ada kemungkinan bahwa ia akan menerima panggilan pengadilan di masa mendatang. Kasus ini menjadi perhatian besar bagi publik, terutama dalam dunia sepak bola, karena melibatkan nama besar seperti Samir Nasri.
