PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Honda menghadapi tantangan besar dalam upaya elektrifikasi setelah mobil listrik e:Ny1 yang diluncurkan tiga tahun lalu diputuskan untuk dihentikan penjualannya di Eropa. Keputusan ini menandai titik kritis bagi strategi Honda EV, sementara perusahaan bersiap meluncurkan model baru berharga terjangkau, Super‑N, untuk mengisi kekosongan pasar.
Proyek e:Ny1, hasil kolaborasi dengan Dongfeng Motor Corporation, sempat menjadi harapan Honda untuk menembus segmen hatchback listrik di Eropa. Namun, data penjualan menunjukkan performa yang jauh di bawah ekspektasi. Di Jerman, hanya 105 unit terjual sepanjang tahun lalu, meski harga telah dipangkas hampir 20 persen. Penurunan serupa terlihat di Italia, Spanyol, dan pasar utama lainnya, memaksa Honda menghapus model tersebut dari konfigurator resmi.
Kerugian ini berkontribusi pada penurunan nilai aset Honda secara global. Menurut laporan Reuters, perusahaan harus mencatat penurunan nilai (impairment) hingga 2,5 triliun yen atau sekitar Rp266 triliun. Beban ini muncul bersamaan dengan penurunan penjualan mobil berbahan bakar bensin (ICE) di Indonesia yang turun 35 persen pada kuartal pertama 2026, hanya menyentuh 13.530 unit dibandingkan lebih dari 22.000 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Wilayah | Penjualan Q1 2025 | Penjualan Q1 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Indonesia | 22.000 unit | 13.530 unit | -35% |
| Eropa (e:Ny1) | — | 105 unit (Jerman) | — |
Tekanan keuangan tidak hanya berasal dari penurunan penjualan. Honda juga harus menanggapi persaingan ketat dari produsen EV lain, termasuk Hyundai yang baru saja meluncurkan Ioniq 3 dengan jarak tempuh hingga 496 km dan harga kompetitif. Keberhasilan model Hyundai menambah beban bagi Honda untuk mempercepat inovasi.
Sebagai respons, Honda menyiapkan Super‑N, sebuah hatchback listrik yang dirancang dengan harga di bawah 20.000 poundsterling (sekitar Rp400 jutaan). Model ini mengusung motor listrik 94 hp, baterai berkapasitas sedang, dan fokus pada efisiensi biaya operasional. Spesifikasi utama Super‑N dirangkum dalam daftar berikut:
- Motor listrik 94 hp (70 kW)
- Baterai lithium‑ion 45 kWh
- Jarak tempuh WLTP sekitar 300 km
- Harga target di bawah £20.000 (≈ Rp400 juta)
- Desain terinspirasi dari Honda City Turbo II
Strategi Honda kini beralih ke segmen kendaraan listrik yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan penawaran hybrid dan plug‑in hybrid di pasar Eropa. Semua model ICE telah dihentikan sejak akhir 2022, menandakan perubahan radikal dalam portofolio produk.
Di Indonesia, kebijakan pajak kendaraan listrik juga berubah. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 11/2026 menyerahkan wewenang pajak kepada pemerintah daerah, mengakibatkan variasi tarif tahunan antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, serta bea balik nama (BBNKB) sekitar 10‑12 persen dari harga jual. Kebijakan ini menambah beban total kepemilikan EV, termasuk Honda EV, dan dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kendaraan listrik.
Meski tantangan besar, Honda masih memiliki peluang untuk memulihkan posisi pasar. Fokus pada model Super‑N yang lebih murah, sinergi dengan teknologi hybrid, serta penyesuaian strategi pajak regional dapat menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan konsumen dan menstabilkan keuangan perusahaan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Honda berharap dapat memperbaiki citra merek dan menyiapkan fondasi yang lebih solid bagi era elektrifikasi yang terus berkembang.
