PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Kemendikdasmen meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) untuk mempersiapkan penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Program ini hadir karena tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat RI masih tergolong rendah, termasuk profesi guru SD. Dari total sekitar 150 ribu SD di Indonesia, lebih dari 60% atau sekitar 90 ribu sekolah belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjelaskan bahwa pelatihan PKGSD-MBI dirancang secara bertahap, praktis, dan aplikatif dengan pendekatan pembelajaran yang mudah. Sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota akan mengikuti pelatihan ini untuk mempersiapkan mereka mengajar bahasa Inggris di kelas 3 SD.
Pelatihan ini merupakan langkah awal dalam rangkaian program PKGSD-MBI yang akan diselenggarakan selama 3 tahun ke depan. Dengan target 90.447 guru, pelatihan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun hingga 3 tahun mendatang.
Pada tahap pertama, sebanyak 5.777 guru akan belajar dari awal agar bisa mengajar bahasa Inggris. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru tersebut akan diminta untuk mengajar di kelas 3 SD. Kemendikdasmen juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota sehingga para guru yang sudah menyelesaikan pelatihan nantinya akan mendapatkan penugasan baru untuk mengajar mapel Bahasa Inggris kepada murid kelas 3 SD di sekolah masing-masing mulai tahun ajaran 2027/2028.
Penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD akan berjalan bertahap. Pada tahun pertama 2027/2028, baru sekitar 58.896 SD atau 30% dari total 150 ribu sekolah yang akan menerapkannya. Harapannya, dalam 3 tahun mendatang, semua sekolah SD sudah siap untuk menerapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di kelas 3 SD.
Komitmen guru untuk terus belajar adalah wujud dedikasi sebagai pendidik yang senantiasa berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik. Dengan demikian, diharapkan penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD dapat berjalan dengan sukses dan membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia.
