ITB Perketat Aturan Komunikasi Usai Skandal Lagu ‘Erika’ Viral: Tak Ada Tempat bagi Pelecehan Verbal

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi memperketat pengawasan etika mahasiswa serta literasi media sosial setelah beredarnya video Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT‑ITB) yang menampilkan lagu “Erika“. Lagu tersebut memicu keresahan publik karena liriknya dinilai mengandung muatan pelecehan seksual verbal terhadap perempuan.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N Nurlaela Arief, menyatakan peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal. “Kami tidak dapat mentolerir konten yang merendahkan nilai‑nilai kemanusiaan di ruang digital maupun akademik,” ujarnya dalam keterangan di Bandung.

Baca juga:

HMT‑ITB secara terbuka menyampaikan permohonan maaf publik dan mengakui bahwa video tersebut tidak mencerminkan nilai akademik institusi. Seluruh video dan audio terkait telah dipercepat penarikan (take down) dari kanal resmi organisasi serta akun‑akun terafiliasi. Selain itu, HMT‑ITB melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap standar, pedoman, dan proses pengawasan kegiatan organisasi.

Berbagai langkah konkret yang diambil ITB meliputi:

Baca juga:
  • Penguatan kampanye etika melalui Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama), mencakup literasi media sosial, etika komunikasi pesan singkat, serta tata cara berpenampilan di lingkungan kampus.
  • Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) yang beroperasi di semua kampus ITB, termasuk Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta, untuk menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi korban atau saksi kekerasan.
  • Integrasi materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) secara wajib dalam program pembinaan mahasiswa baru, guna menumbuhkan kesadaran sejak dini.
  • Peningkatan pelatihan karakter dan sistem pencegahan kekerasan sebagai prioritas utama universitas.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial. Mahasiswa didorong untuk menyampaikan pendapat di media sosial secara kritis dan santun, tanpa menyerang pihak lain atau menyebarkan konten yang berpotensi menyinggung.

Selain itu, ITB menegaskan pentingnya pengawasan konten organisasi kemahasiswaan. HMT‑ITB telah berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal untuk menurunkan semua materi yang bersifat sensitif, termasuk video lama yang kembali beredar. Evaluasi internal mencakup peninjauan ulang standar produksi acara, prosedur persetujuan konten, serta pelatihan etika bagi anggota organisasi.

Baca juga:

Respons cepat ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan aktivis hak perempuan, yang menilai tindakan ITB sebagai contoh proaktif dalam menanggapi isu gender di lingkungan kampus. Namun, mereka juga menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan dan penegakan sanksi bila terjadi pelanggaran serupa di masa depan.

Secara keseluruhan, upaya ITB mencerminkan komitmen institusi untuk menegakkan nilai kemanusiaan dan menciptakan ruang akademik yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk pelecehan verbal. Dengan memperkuat etika komunikasi, literasi media, dan mekanisme penanganan kekerasan, kampus berharap dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan membangun generasi lulusan yang bertanggung jawab secara sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *