PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 April 2026 | Max Timisela, sosok legendaris yang telah menorehkan sejarah panjang bersama Persib Bandung, kembali menegaskan komitmen spiritualnya demi mengembalikan kejayaan Maung Bandung. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada pekan ini, Timisela menegaskan harapannya agar tim kesayangan kembali mengangkat trofi juara, sekaligus memohon keberkahan bagi pelatih Bojan Hodak serta seluruh pemain yang sedang berjuang di kompetisi Liga 1.
Bergerak di era keemasan Persib pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, Max Timisela dikenal sebagai gelandang berkelas yang mampu mengendalikan alur permainan dengan visi yang tajam. Kariernya yang gemilang meliputi lebih dari 300 penampilan resmi, termasuk kontribusi penting dalam menjuarai Perserikatan pada tahun 1979. Keberanian dan dedikasinya menjadikannya ikon bagi generasi pemain muda yang bermimpi mengibarkan seragam biru putih.
Setelah menutup karier sebagai pemain, Timisela tak pernah meninggalkan dunia sepakbola. Ia aktif sebagai duta klub, mengisi forum diskusi, serta menjadi mentor tidak resmi bagi sejumlah talenta muda Persib. Kehadirannya di belakang panggung sering kali menjadi sumber motivasi bagi para pemain yang sedang berusaha menembus lini pertama. Terlebih lagi, hubungan akrabnya dengan manajemen klub menjadikannya figur yang dipercaya untuk menyampaikan aspirasi suporter secara konstruktif.
Pernyataan terbarunya muncul bersamaan dengan peningkatan performa tim yang kini dipimpin oleh pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak. Di tengah tekanan kompetisi, Timisela menekankan pentingnya dukungan moral dari suporter serta doa kolektif yang dapat menambah energi positif di lapangan. “Saya selalu berdoa agar Maung Bandung dapat kembali menjuarai kompetisi. Doa saya tidak hanya untuk pemain, tetapi juga untuk pelatih Bojan yang telah membawa taktik baru dan semangat juang yang tinggi,” ujar Timisela dalam wawancara eksklusif.
Doa Timisela tidak hanya bersifat religius, melainkan mencerminkan rasa kebanggaan akan identitas klub yang berakar kuat pada nilai sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan. Ia menambahkan, “Setiap gol, setiap pertahanan, setiap kemenangan kecil adalah bagian dari proses panjang. Kami, para legenda, selalu ada di belakang mereka, memberi semangat dan doa yang tulus.”
Reaksi suporter pun sangat positif. Di media sosial, ribuan penggemar Persib menanggapi dengan antusias, menyebut doa Timisela sebagai penyemangat tambahan di tengah perjuangan tim. Beberapa bahkan mengorganisir acara doa bersama di depan stadion Gelora Bandung Lautan Api, menandakan sinergi antara generasi lama dan baru.
Di luar lapangan, kontribusi Timisela juga meluas ke bidang pendidikan. Ia berhasil meraih gelar sarjana di bidang Manajemen Olahraga, membuktikan bahwa prestasi di bidang akademik dapat seiring dengan karier olahraga. Hal ini menjadi contoh inspiratif bagi atlet muda yang ingin menyeimbangkan antara pendidikan dan olahraga profesional.
Seiring persiapan musim kompetisi yang semakin intens, harapan Timisela dan para pendukungnya tetap besar. Dengan kombinasi taktik modern Bojan Hodak, semangat juang pemain muda, serta doa tak kenal lelah dari legenda klub, Prospek Maung Bandung tampak semakin menjanjikan. Keberhasilan tim tidak hanya diukur dari hasil akhir, melainkan dari proses pembentukan karakter, kebersamaan, dan komitmen untuk selalu bangkit kembali.
Kesimpulannya, Max Timisela tetap menjadi figur sentral dalam narasi kebangkitan Persib Bandung. Doanya yang tulus menjadi simbol harapan kolektif, sementara jejaknya di lapangan tetap menjadi referensi utama bagi generasi pemain masa kini. Jika semangat yang ditularkan oleh Timisela dapat menginspirasi seluruh elemen klub, tak menutup kemungkinan Maung Bandung kembali mengukir sejarah dengan menambah koleksi trofi juara dalam waktu dekat.
