PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Juni 2026 | Pengumuman Sekolah Maung 2026 telah diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Peserta yang lolos wajib melakukan pendaftaran ulang pada 9-10 Juni 2026. Sekolah Maung adalah program pendidikan unggulan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan memberikan layanan optimal bagi siswa berprestasi.
Ada tiga jalur pendaftaran Sekolah Maung, yaitu potensi akademik dengan kuota 10 persen, kompetensi akademik yang mendapat kuota 70 persen, dan kompetensi nonakademik 20 persen. Peserta yang belum lolos seleksi Sekolah Maung masih memiliki kesempatan untuk mengikuti proses penerimaan di SMA maupun SMK negeri dan swasta.
Untuk mengikuti SPMB Jawa Barat, pendaftar bisa mendaftarkan diri secara daring melalui https://spmb.jabarprov.go.id/. Sistem akan memetakan peluang siswa berdasarkan beberapa indikator, seperti pemetaan calon murid baru (PCMB). PCMB juga memasuki batas akhir pada hari yang sama dengan pengumuman Sekolah Maung, yang menyebabkan kebingungan di kalangan orang tua siswa.
Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis), Dwi Subianto, menyoroti penumpukan jadwal di hari yang sama ini sebagai bukti nyata kacaunya perencanaan lini masa oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Fortusis juga mengungkapkan bahwa sistem pendaftaran digital masih belum matang, dengan error fatal yang terjadi selama proses pemetaan.
Pengumuman Sekolah Maung dapat diakses melalui https://maung.spmb.jabarprov.go.id/, dengan menggunakan akun yang telah didaftarkan saat proses pendaftaran berlangsung. Peserta yang lolos seleksi Sekolah Maung diharapkan untuk melakukan pendaftaran ulang, sedangkan peserta yang belum lolos masih memiliki kesempatan untuk mengikuti proses penerimaan di SMA maupun SMK negeri dan swasta.
Kesimpulan, pengumuman Sekolah Maung 2026 telah diumumkan, dan peserta yang lolos wajib melakukan pendaftaran ulang. Peserta yang belum lolos masih memiliki kesempatan untuk mengikuti proses penerimaan di SMA maupun SMK negeri dan swasta. Dinas Pendidikan Jawa Barat diharapkan untuk memperbaiki sistem pendaftaran digital dan menghindari kebingungan di kalangan orang tua siswa.
