PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Mei 2026 | Seleksi masuk sekolah negeri tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Timur (Jatim) dipastikan bakal terasa lebih kompetitif. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jatim 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri di seluruh kabupaten/kota secara serentak mulai akhir Mei ini.
Pelaksanaan seleksi tahun ajaran 2026/2027 ini menghadirkan gebrakan regulasi baru di mana Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini resmi digunakan sebagai salah satu syarat wajib penyaringan, termasuk untuk para pendaftar Jalur Domisili. Kebijakan ketat ini diterapkan oleh pemerintah daerah guna meningkatkan standardisasi mutu serta pemerataan kompetensi siswa baru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga telah menetapkan TKA sebagai salah satu syarat utama dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya untuk Jalur Prestasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto.
Nilai rapor tetap menjadi komponen seleksi di Jalur Prestasi. Syarat TKA menjadi komponen seleksi Jalur Prestasi telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025 dan petunjuk teknis SPMB 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa SPMB 2026 membawa sejumlah perubahan penting yang perlu dicermati masyarakat. Salah satu perubahan paling mencolok adalah penghapusan indeks sekolah pada seluruh jalur seleksi, baik jalur domisili maupun prestasi akademik.
Dengan demikian, seleksi masuk sekolah negeri tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Timur dipastikan bakal terasa lebih kompetitif. Siswa dan orang tua perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi seleksi yang lebih ketat ini.
Kesimpulan dari perubahan ini adalah bahwa pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengimplementasikan sistem seleksi yang lebih kompetitif dan adil. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.
