PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | JAKARTA, 26 April 2026 – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit pada Sabtu (25/4/2026) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut sekaligus menjadi pembukaan Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS), yang menjadi latar belakang diskusi strategis antara dua tokoh utama keamanan dan politik tanah air.
Pertemuan ini menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya tantangan, baik dari kejahatan tradisional maupun ancaman siber. Kapolri Listyo Sigit menegaskan, “Indonesia dengan semangat persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa akan mampu menghadapi segala bentuk tantangan yang ada.” Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan peran lembaga keamanan dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk PERSIS.
Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti tiga isu utama yang mengancam kamtibmas: penyebaran misinformasi, kejahatan narkoba, dan kejahatan siber. Ia menambahkan, “Teknologi modern memberi peluang bagi pelaku kejahatan, sehingga kolaborasi antara Polri, pemuda, dan elemen masyarakat menjadi krusial.” Pernyataan tersebut menegaskan kebutuhan akan upaya bersama dalam edukasi digital, pelaporan dini, serta penindakan cepat.
Presiden Prabowo, yang hadir secara virtual melalui konferensi video, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif sinergi ini. Ia menekankan bahwa kebijakan keamanan nasional harus selaras dengan program pembangunan ekonomi dan sosial yang sedang dijalankan pemerintah. “Kebijakan keamanan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan rakyat. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah Polri mendukung pertumbuhan inklusif,” ujar Prabowo.
Selama pertemuan, Kapolri dan perwakilan PERSIS sepakat untuk memperkuat jaringan komunikasi antar lembaga. Mereka merumuskan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Pembentukan forum koordinasi bulanan antara Polri dan PERSIS untuk membahas isu-isu keamanan lokal.
- Pelatihan bersama bagi kader PERSIS dalam deteksi dan penanggulangan misinformasi serta kejahatan siber.
- Peningkatan kehadiran Brimob di daerah rawan konflik, khususnya di wilayah perkotaan dan perbatasan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan respons cepat terhadap insiden keamanan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara warga. Kapolri menegaskan, “Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi dengan PERSIS adalah contoh nyata bagaimana sinergi dapat memperkuat stabilitas nasional.”
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang penyampaian pesan moral kepada generasi muda. Kapolri mengingatkan, “Pemuda adalah agen perubahan. Keterlibatan aktif mereka dalam menjaga keamanan akan menurunkan tingkat kriminalitas dan memperkuat nilai persatuan.” Ia mengajak para anggota PERSIS untuk menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, narkoba, serta tindakan kriminal lainnya.
Presiden Prabowo menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya kebijakan yang adaptif terhadap situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyatakan, “Kita harus bersatu padu, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dalam menghadapi dinamika geopolitik. Kolaborasi antara institusi keamanan dan organisasi kemasyarakatan adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut.”
Kesimpulannya, pertemuan empat mata Prabowo dan Kapolri membuka lembaran baru dalam upaya sinergi keamanan nasional. Dengan komitmen bersama antara Polri, PERSIS, dan pemerintah, diharapkan Indonesia dapat menjaga stabilitas kamtibmas, mengatasi tantangan digital, serta memperkuat persatuan di tengah keragaman. Upaya ini tidak hanya menegaskan posisi kepemimpinan Prabowo dalam kebijakan keamanan, tetapi juga menegaskan peran strategis Kapolri dalam mengkoordinasikan seluruh elemen bangsa demi masa depan yang lebih aman dan damai.
