PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | La Máquina kembali menjadi sorotan negatif Liga MX usai menorehkan hasil imbang 1-1 melawan Querétaro pada Minggu ke-16 Clausura 2026. Kekalahan dan seri yang beruntun membuat tim yang dipimpin pelatih Nicolás Larcamón berada tiga laga selisih dari rekor terburuk klub, yakni 12 pertandingan tanpa kemenangan pada tahun 2009.
Dalam laga di Estadio La Corregidora, Jérémy Márquez membuka skor lebih awal untuk Cruz Azul, namun hanya beberapa menit kemudian ia mencetak gol bunuh diri yang membuat skor kembali menjadi imbang 1-1. Kesempatan emas untuk mengamankan tiga poin terlewatkan ketika kiper tim lawan, “Toro” Fernández, melakukan kesalahan krusial pada menit-menit akhir babak pertama. Setelah itu, kedua tim tidak mampu menambah gol hingga peluit akhir.
Hasil ini menambah daftar panjang Cruz Azul yang kini mencatat sembilan laga beruntun tanpa kemenangan. Berikut rangkaian hasil sejak kemenangan 3-0 atas Atlético San Luis pada 7 Maret:
- 7 Maret: Cruz Azul 3-0 Atlético San Luis (menang)
- 14 Maret: Cruz Azul 1-1 Pumas (im)
- 17 Maret: Cruz Azul 1-1 Monterrey (im)
- 20 Maret: Mazatlán 1-1 Cruz Azul (im)
- 4 April: Cruz Azul 1-2 Pachuca (kalah)
- 7 April: Los Angeles FC 3-0 Cruz Azul (kalah)
- 11 April: Club América 1-1 Cruz Azul (im)
- 14 April: Cruz Azul 1-1 Los Angeles FC (im)
- 18 April: Cruz Azul 1-1 Tijuana (im)
- 21 April: Querétaro 1-1 Cruz Azul (im)
Statistik tersebut menunjukkan dominasi hasil imbang yang menggerogoti moral pemain. Meskipun tim tetap berada di papan tengah klasemen, tekanan untuk mengakhiri periode tanpa kemenangan semakin menguat, terutama menjelang satu-satunya pertandingan regular season yang tersisa melawan Necaxa di Estadio de la Ciudad de México.
Menjelang pertandingan penutup, manajemen klub sudah mengamankan tempat di perempat final Liga MX. Namun, pertarungan di fase play‑off diperkirakan akan lebih menantang bila tim tidak mampu menemukan kemenangan sebelum masuk babak tersebut. Para pengamat menilai bahwa perbaikan taktik, terutama dalam mengelola peluang serangan, menjadi kunci utama untuk menghindari penyerapan rekor negatif.
Berbagai faktor turut memengaruhi krisis ini. Pertama, rotasi pemain yang berlebihan pada kompetisi CONCACAF Champions Cup mengakibatkan kelelahan. Kedua, kurangnya kreativitas di lini tengah membuat tim bergantung pada serangan sayap yang tidak konsisten. Ketiga, keputusan taktis pelatih Larcamón yang terkadang terlalu defensif membuat tim kesulitan menciptakan peluang gol.
Dalam beberapa minggu terakhir, nama Ariel Castro muncul sebagai alternatif di lini depan. Meskipun tidak menjadi starter tetap, kehadirannya menambah opsi bagi pelatih. Namun, dampaknya belum terasa signifikan dalam mengubah arah hasil tim.
Jika Cruz Azul berhasil mengakhiri winless streak pada laga melawan Necaxa, mereka dapat memasuki fase playoff dengan semangat baru. Sebaliknya, jika kekalahan atau imbang kembali terjadi, mereka berisiko mencatat 12 laga tanpa kemenangan—rekor yang belum pernah terjadi sejak 2009.
Para suporter, yang dikenal dengan julukan “La Fiel”, tetap berharap tim kesayangan dapat bangkit. Di media sosial, banyak yang menuntut perubahan cepat, terutama dalam manajemen pemain dan strategi permainan. Tekanan ini diperkirakan akan semakin intensif menjelang fase playoff, di mana setiap kesalahan dapat berujung pada eliminasi dini.
Secara keseluruhan, situasi Cruz Azul pada Clausura 2026 mencerminkan krisis performa yang membutuhkan solusi cepat. Dengan satu pertandingan regular season tersisa dan peluang playoff yang telah terjamin, klub harus menemukan cara untuk mematahkan winless streak dan mengembalikan rasa percaya diri yang telah lama hilang.
