PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menyajikan laga menegangkan antara Dewa United dan Persijap Jepara di Stadion Internasional Banten, Serang, pada Rabu malam, 29 April 2026. Pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Dewa United setelah Alex Martins mengeksekusi penalti pada menit ke-54. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin penting bagi tuan rumah, tetapi juga mengakhiri rekor delapan pertandingan tanpa kekalahan yang dinikmati Persijap Jepara.
Gol tunggal datang dari titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti. Alex Martins, yang sebelumnya belum mencetak gol lewat tendangan penalti di kompetisi ini, berhasil menaklukkan kiper Persijap, Sendri Johansyah, dengan tembakan terarah ke sudut kanan atas. Gol tersebut menjadi penentu akhir pertandingan, mengingat kedua tim sama-sama menciptakan peluang namun gagal memanfaatkan kesempatan.
Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: Dewa United 1 – 0 Persijap Jepara
- Gol: Alex Martins (penalty, 54′)
- Poin: Dewa United naik ke peringkat 7 dengan 47 poin; Persijap tetap di peringkat 13 dengan 31 poin
- Kiper: Sonny Stevens (Dewa United) melakukan penyelamatan krusial pada tendangan penalti Carlos Franca di menit akhir
- Pelatih: Mario Lemos (Persijap) mengakui kesalahan taktik di kotak penalti dan kurangnya eksekusi peluang
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan timnya dalam memanfaatkan peluang. Ia menilai bahwa keputusan taktis di menit-menetik kritis, terutama dalam mengatur lini pertahanan pada situasi penalti, menjadi faktor utama kekalahan. “Kami melakukan kesalahan di kotak penalti, dan itu yang memberi kesempatan lawan mencetak gol. Kami seharusnya setidaknya memperoleh satu poin,” ujar Lemos setelah pertandingan.
Sementara itu, kiper Dewa United, Sonny Stevens, menjadi pahlawan tak terduga. Ia tidak hanya menolak penalti Carlos Franca pada menit akhir, tetapi juga menggagalkan rebound yang berpotensi mengubah hasil akhir. Penampilannya menjadi sorotan utama dan menegaskan pentingnya peran kiper dalam laga berintensitas tinggi.
Strategi yang diterapkan Dewa United juga mendapat pujian. Tim asuhannya, yang dipimpin oleh pelatih asal Portugal, mengadopsi formasi 4-4-2 dengan penambahan striker ekstra untuk mengintensifkan serangan. Upaya ofensif ini membuahkan hasil pada menit ke-54, ketika Alex Martins diberi kepercayaan untuk mengeksekusi penalti. Penalty tersebut dihasilkan dari serangan balik cepat yang memaksa pertahanan Persijap terdesak.
Persijap Jepara, yang sebelumnya mencatat empat kemenangan dan empat hasil imbang, harus menelan rasa pahit kehilangan tiga poin penting. Meskipun mereka sempat mengancam gawang Dewa United lewat tendangan keras Borja Herrera, serangan tersebut tidak menghasilkan gol. Pada babak kedua, Persijap berusaha bangkit dengan serangan melalui pemain depan seperti Noah Sadaoui, namun tendangannya masih belum mampu menembus gawang lawan.
Dengan hasil ini, klasemen sementara BRI Super League mengalami pergeseran. Dewa United kini berada di peringkat ketujuh, berjarak dua poin dari zona empat besar, sementara Persijap tetap berada di zona aman dari degradasi, tetapi jauh dari posisi teratas. Kedua tim tetap memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka pada sisa musim yang masih panjang.
Secara keseluruhan, laga Dewa United vs Persijap menegaskan pentingnya detail dalam sepak bola. Kesalahan kecil di kotak penalti dapat mengubah nasib sebuah tim, sementara eksekusi tepat pada momen krusial dapat menjadi penentu kemenangan. Kedepannya, Persijap perlu memperbaiki disiplin di area pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan, sedangkan Dewa United dapat membangun momentum positif dari kemenangan ini untuk bersaing lebih tinggi di klasemen.
