Gol Detik Akhir Héctor Bellerín Goyang Real Madrid, Betis Raih Poin Vital

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Real Betis menahan diri dalam duel sengit melawan Real Madrid di La Cartuja, Sevilla, pada Jumat malam, 24 April 2026. Setelah menelan gol awal dari Vinícius Júnior pada menit ke‑17, tim asal Madrid mendominasi penguasaan bola namun gagal memanfaatkan peluang demi peluang. Tekanan Betis tetap tinggi, tercermin dalam statistik tembakan: 19 tembakan Betis dibandingkan 12 tembakan Madrid.

Detik-detik krusial terjadi pada tambahan waktu babak kedua. Pada menit ke‑94, Héctor Bellerín, mantan bek kanan Arsenal yang kini memperkuat lini pertahanan Betis, memanfaatkan bola longgar di area penalti. Dengan kecepatan dan ketepatan, ia menembak pertama kali ke arah gawang, mengirimkan bola menembus jaringan dan menyamakan kedudukan 1‑1. Gol tersebut mengakhiri dominasi Real Madrid dan memastikan poin berharga bagi tuan rumah.

Baca juga:

Setelah gol, Bellerín menjelaskan prosesnya dalam wawancara singkat di mikrofon DAZN. “Dalam situasi seperti ini waktu sangat terbatas. Saya biasanya tidak menendang keras, lebih suka mengarahkan ke tiang, namun kali ini bola masuk di antara kaki pemain lawan,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Saya tidak mengerti keputusan wasit yang mengizinkan gol ini, namun kami sangat puas karena berhasil mengamankan satu poin melawan tim sebesar Madrid.”

Para pemain Betis lainnya, termasuk bek tengah Diego Llorente, menanggapi kritik arbiter yang dilontarkan oleh pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, setelah pertandingan. Llorente menegaskan, “Setiap tim berhak mengajukan keberatan bila merasa ada keputusan yang tidak adil, namun kami fokus pada apa yang terjadi di lapangan dan kami berhasil menciptakan peluang berulang kali.” Bellerín menambahkan, “Kami menekan sejak awal, menembak banyak peluang, namun gol hanya datang pada menit akhir. Itu menunjukkan keadilan di lapangan, meski kami mengharapkan lebih.”

Gol Bellerín tidak hanya memberi kepuasan bagi suporter Betis, tetapi juga menimbulkan dampak signifikan pada klasemen LaLiga. Sebelum pertandingan, Real Madrid berada di posisi kedua dengan selisih delapan poin dari pemimpin Barcelona. Kegagalan meraih kemenangan memperlebar jarak tersebut, menempatkan tekanan ekstra pada skuad Madrid menjelang sisa pertandingan musim.

Baca juga:

Di media sosial, Bellerín merayakan golnya dengan mengunggah video singkat dan menuliskan, “Viva el Beti siempre!” Sementara itu, mantan rekannya di Arsenal menanggapi lewat akun pribadi, menyatakan kebanggaannya melihat mantan teman seklub bersinar di Spanyol.

Analisis taktik menunjukkan bahwa pelatih Betis, Manuel Pellegrini, menaruh kepercayaan pada Bellerín dalam situasi krusial. Meskipun tidak selalu menjadi starter, pemain berusia 31 tahun tersebut dimainkan penuh pada laga melawan Madrid, menandakan peran pentingnya dalam skema ofensif tim. Pemilihan posisi yang lebih maju pada serangan balik terbukti berhasil.

Berbagai reaksi muncul dari pengamat sepakbola. Salah satu kolumnis menilai, “Gol Bellerín merupakan contoh klasik dari ketangguhan tim yang tidak menyerah meski tertinggal. Ini juga menggarisbawahi masalah defensif Real Madrid yang masih rapuh, terutama dalam mengatasi serangan balik cepat.”

Baca juga:

Ke depannya, Real Betis akan melanjutkan perjuangannya di Liga, mengincar tempat di zona Eropa serta mempertahankan semangat juang yang terbukti pada laga ini. Sementara Real Madrid harus mengumpulkan poin maksimal dalam pertandingan berikutnya melawan Espanyol dan Barcelona untuk tetap hidup dalam perburuan gelar.

Kesimpulannya, gol menit ke‑94 yang dicetak oleh Héctor Bellerín tidak hanya menyelamatkan Real Betis dari kekalahan, tetapi juga menegaskan pentingnya ketangguhan mental dan strategi tepat pada saat-saat krusial. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu momen paling dramatis dalam perebutan gelar LaLiga 2025‑2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *